facebooklikebutton.co

Berubah Nasib

Oleh : Mardiyono

 

|| “Tuhan tidak mengubah nasib suatu kaum, sebelum mereka mengubah diri (NAFS) mereka” (QS 13:11). Ayat ini amat dikenal oleh umat Islam. Maka kiranya umat  dewasa ini ingin berubah karena nasibnya  yang serba terpuruk, serba underdog, serba jahiliah, serba krisis, serba bencana alam. Karenanya banyak dari umat Islam yang mengintensifkan dan memperbanyak ibadahnya, dengan rajin ikut pengajian disana sini, rajin ikut dikiran bersama disana sini, memperbesar amalan, naik haji, demi agar supaya diri berubah dan nasib juga berubah. Adapun berubah yang efisien sudah tentu berupa perubahan yang sesuai dengan Kehendak Tuhan. Tuhan mempunyai Kehendak atas millennium baru sekarang ini, yaitu KEJAYAAN ISLAM kembali seperti dahulu dialami umat pada awal Islam selama beberapa abad. Maka teramat jelas, bahwa umat Islam harus mengkondisikan dirinya sedemikian rupa, sehingga  dapat terealisasi Kehendak Tuhan tersebut.

Adapun kondisi yang menjamin Kejayaan ialah IMAN DAN AMAL SOLEH. “Sungguh mereka yang IMAN DAN AMAL SOLEH adalah makhluk yang terbaik” (QS 98:7). “Mereka yang IMAN DAN AMAL SOLEH dipenuhi doanya oleh Tuhan dan Ia menambahkan karunia-Nya kepada mereka” (QS 42:26). “Allah berjanji kepada orang-orang yang IMAN DAN AMAL SOLEH, bahwa Ia pasti akan membuat mereka KUASA di bumi sebagaimana Ia telah membuat orang-orang sebelum mereka menjadi kuasa” (QS 24:55). Kiranya umat yang berada dalam IMAN DAN AMAL SOLEH adalah umat yang pilihan, umat yang kesejahteraannya melimpah dan umat yang memimpin, bahkan berkuasa untuk memegang hegemoni dunia.

Didengung-dengungkan agar supaya umat sudi untuk berintrospeksi, maka haruslah mengakui dirinya belum beriman dan beramal soleh, sebab hingga sekarang belum mampu keluar dari nasib yang serba musibah. “Kamu belum beriman …. Iman belum masuk di KALBU-mu” (QS 49:14). Teramat jelas, bahwa sebelum iman berada di kalbu, maka iman manusia sifatnya baru FORMAL di bibir. Juga teramat jelas bahwa haruslah kalbu disuci bersihan lebih dahulu. “Tidak, apa yang mereka peroleh adalah karat di KALBU. Tidak, sungguh pada hari itu mereka akan terhalang dari Tuhan. Lalu sungguh mereka akan masuk di api yang membakar” (QS 83:14-16). Itulah keadaan sekarang, hati berkarat, sehingga tak bakal mungkin untuk dapat dihinggapi oleh iman, membuat Tuhan menjadi Maha Jauh. Namun umat ingin berubah, maka kalbu haruslah dibakar bersih dari karat, yang akan dialami sebagai neraka, berupa musibah-musibah yang tak kunjung padam, dialami oleh umat maupun oleh pribadi masing-masing zaman sekarang. Maka musibah-musibah yang sedang dialami oleh umat insya Allah adalah bahasa Tuhan yang maknanya “BERUBAHLAH”.

“Tidak! Allah-lah yang menyucikan siapa yang Ia kehendaki” (QS 4:49). Maka manusia dapatnya hanya serah diri total untuk Tuhan berkenan menyuci bersihkan kalbu. Itulah makna ASLAMA DAN ISTIGHFAR. Insya Allah kemudian Tuhan berkenan untuk membuat kalbu beriman “Inilah mereka yang Tuhan telah goreskan iman di kalbu mereka, dan menguatkan mereka dengan Ruh dari pada-Nya” (QS 58:22). Kiranya musibah-musibah tidak akan berhenti sebelum manusianya ber-TAUBAT. “Namun mereka tidak saja mau ber-TAUBAT, dan tidak pula mau PERDULI” (QS 9:126). Taubat ialah KEMBALI KEPADA TUHAN, maka dari itu “Tuhan cinta kepada mereka yang bertaubat dan cinta kepada mereka yang menyucikan diri” (QS 2:222). Cinta kasih Tuhan menjamin keselamatan, perlindungan, tuntunan Tuhan di dunia dan di akhirat.

Nasib manusia berubah jika manusia mengubah diri nafs atau jiwanya (QS 13:11), maka jiwa  yang cinta kepada keduniaan, yaitu materi dan seks, kiblatnya perlu digeser menjadi menghadap kepada TUHAN, insya Allah tumbuh NAFS MUTMAINNAH, yaitu jiwa yang tenang mendamai, membuat manusia mengalami SURGA (QS 89:27-30). Insya Allah caranya juga jelas, yaitu PERDULI untuk berubah, dengan ber-TAUBAT dan ber-DIKIR (QS 9:126). Insya Allah setiap saat Tuhan terbawa di kalbu, yang sudah disuci bersihkan oleh ASLAMA dan ISTIGHFAR. []                                                             

Komentar

komentar

One comment

  1. Asslamau’alaikum wrwb
    Terimakasih kepada sdr Mardiyono atas pendapatnya yang baik.
    Saya ingin menambahkan tulisan dan pendapat sdr Mardiyono.

    Banyak orang yang takut kepada kehidupan duniawi,yaitu harta dan uang yang banyak. Sesunguhnya ALLAH dan Rasulullah mengingikan umat Islam menjadi umat yang terbaik dari umat2 non Islam yaitu dalam hal;

    1, Terbaik kesejahteaannya, banyak harta dan uang sebagai hadiyah rezeki dari dari ALLAH pemilik tunggal.

    2. Terbaik akhlanya, yaitu akhlaq Al Quran, akhlaq Islam,atau akhlaq Rasulullah saw .

    Bagaimana penjelasan dari kedua hal diatas itu,dan bagaimana mencarinya yang smart?

    Silakan buka website ini;
    Rasulullah saw adalah contoh yang terbaik yang dikirim oleh ALLAH kebumi

    http://muslimbertaqwa.blogspot.com/p/poverty-kapitalis-islam.html

    Intisari dari website diatas itu yaitu;

    Jangan melupakan kehidupan dunia untuk mencapai kehidupan akirat di syurga.

    ALLAH berfirman;

    Dan carilah apa yang telah dianugerahkan Allah kepada mu (kebahagian) negeri akhirat, janganlah kamu melupakan dari kenikmatan duniawi ( yaitu harta, emas-intan-berlian, rumah yang bagus, ladang yang luas, kuda2 terpilih dll) dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Aku telah berbuat baik kepada mu.QS 28:77.

    Untuk mendapatkan kehidupan duniawi yang berakah telah dicontohkan oleh Rasulullah saw, istri dan sahabat2 beliau yaitu dengan mencai nafkah bukan dengan cara menjadi pegawai atau mubalgh, TAPI dengan cara berwiraswasta.

    Dengan cara berwiraswasta atau berdagang, adalah cara yang terbaik dan termudah mendapatkan dua syurga yaitu syurga duniawi dan syurga akirat.

    Sebagaimana Rasulullah saw bersabda;

    Sesungguhnya pedagang2 yang jujur dan benar akan berada di bawah naungan Arsy ( syurga) ALLAH pada hari kiamat.HR Dailami.

    Sebuah nasehat dari Khalifah Umar bin Khatab;

    “Pada suatu masa dimana umat muslim sudah meninggalkan usaha berniaga,berdagang,pengusaha dan Industri,sebagai mata pencariannya, maka umat muslim yang jutaan jumlahnya, hidupnya akan banyak tergantung kepada umat lainnya, akirnya menjadi umat lemah, umat yang selalu tergantung , umat yang mudah di porak perandakan oleh kekuatan lain”

    Peringatan Rasul (Hadits ); Orang2 beriman yang miskin mudah menjadi kufur atau mudah jatuh ke neraka.HR Muslim.

    KESIMPUAN.

    Jangan melupakan kehidupan duniawi yang kaya raya, banyak uang dan harta,agar dapat meninggalkan warisan kepada anak2 dan cucu2 serta masyarakat.

    Semoga ALLAH memberikan kita semua ilmu yang benar dan mendapat rahmat dari ALLAH sebanyak banyaknya amin

    Wassalamu’alaikum wrwb
    With love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*