facebooklikebutton.co
http://3.bp.blogspot.com

Hakikat Akhirat

Perlu diketahui bahwa alam akhirat pada hakekatnya adalah satu refleksi dari alam dunia adanya. Segala sesuatu yang sewaktu di dunia nampak sebagai ha...

images

Bersetialah pada Tuhan

Tuhan amatlah setia. Karena itu, kepada mereka yang tetap setia kepadaNya, Dia menampakkan karya-karyaNya yang ajaib. Oleh: Hazrat Mirza Ghulam Ahm...

penderitaan

Hikmah Penderitaan Dalam Kehidupan

Allah melimpahkan penderitaan pada manusia itu bukanlah bermaksud agar manusia memikul penderitaan semata-mata, akan tetapi agar supaya manusia memaju...

wanita berdoa

Penuhilah Panggilan Taubat

Hendaklah diingat bahwa untuk menyelenggarakan taubat, ada tiga syarat yang engkau perlu penuhi. Tanpa terpenuhinya tiga syarat itu, maka tak dapat di...

ARTIKEL

Problem Kohesivitas Kehidupan Sosial Ahmadiyah dengan Muslim Mainstream di Jawa Timur

Ahmadiyah memiliki basis keanggotaan yang tersebar di berbagai Negara seperti Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, Australia , Erop...

BUKU

Islamologi

Islamologi

"Di Universitas Indonesia, Fakultas Sastra, waktu saya menjadi mahasiswa pada tahun lima puluhan, Pr...

PROFIL

Ghulam Ahmad: The Great Reformer

Ghulam Ahmad: Dari Filsafat hingga Tasawuf

Sebagai seorang pembaharu (mujaddid), Ghulam Ahmad merupakan seorang pemikir, tapi ia bukan seorang rasionalis dalam arti yang menjadikan ak...

KOLOM

Aura Manusia

Oleh: Mardiyono Aura ialah Cahaya yang tidak kasat mata, dimiliki makhluk hidup maupun benda mati. Tidak kasat mata, namun dapat dilihat ...

REPORTASE

Pengajian Tahunan 2013

Alhamdulillah, pada tanggal 22-24 Desember 2013 lalu, keluarga besar GAI bersama guru/karyawan PIRI telah menyelenggarakan Pengajian Tahunan...

Konsolidasi Sobat KBB 2014

Kondisi Bebebasan Beragama dan Berkepercayaan (KBB) yang sangat memperihatinkan di Indonesia terutama meningkatnya kasus-kasus pelanggaran di daerah. Dengan semakin terkonsilidasinya kelompok-kelompok kekerasan atas nama agama memerlukan perhatian yang penting dari beberapa pihak. Selama ini dukungan dari sesama korban untuk mendesakkan sikap toleransi yang lebih baik masih lemah sehingga perlu untuk meningkatkan kapasitas korban dalam memperkuat gerakan bersama. Gerakan-gerakan yang dilakukan oleh komunitas korban yang mewakili beberapa elemen komunitas agama dan kepercayaan perlu mensinergiskan diri untuk merubah kondisi keberagaman agar lebih baik.

Kelompok korban telah menginisiasi terbentuknyan apa yang mereka namakan SOBAT KBB (Solidaritas Korban Pelanggaran Kebebasan Beragama/Berkeyakinan), dan secara aklamasi memilih Pdt. Palti Panjaitan sebagai koordinator nasonal dan dibantu oleh 4 (empat) orang lainnya, yaitu Sdri. Dian Jennie, Sdr. Kris Hidayat, Sdr Firdaus Mubarik dan Sdr. Mohammad Zaini.

Solidaritas Korban Tindak Pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkepercayaan (SOBAT KBB) merupakan wadah komunitas korban yang berguna sebagai media komunikasi untuk penguatan dan konsolidasi antara korban kebebasan beragama/berkepercayaan se-Indonesia. Di Samping itu komunitas ini diharapkan dapat menyalurkan asprirasi korban dalam rangka bersama-sama menegakkan hak warga negara dalam beragama dan berkepercayaan yang dilindungi oleh konstitusi negara Republik Indonesia, dari tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh kelompok-kelompok kekerasan atas nama agama serta menuntut kewajiban negara dalam pemenuhan dan perlindungan sesuai amanat konstitusi.

Alhamdulillah, Gerakan Ahmadiyah Indonesia, menjadi salah satu bagian yang dilibatkan dalam Konsolidasi Sobat KBB di tahun 2014 ini.

Problem Kohesivitas Kehidupan Sosial Ahmadiyah dengan Muslim Mainstream di Jawa Timur

Ahmadiyah memiliki basis keanggotaan yang tersebar di berbagai Negara seperti Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, Australia , Eropa dan Indonesia. Di Indonesia, Ahmadiyah oleh beberapa kelompok dalam dipandang sebagai kelompok keagamaan yang sesat. Di antara kelompok-kelompok tersebut, menuntut pemerintah melarang keberadaan dan perkembangan Ahmadiyah di Indonesia. Untuk merespon hal itu, sejak 1980 Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menetapkan Ahmadiyah Qadian sebagai aliran yang sesat dan berada di luar Islam. Kesesatan Ahmadiyah kian dipertegas oleh MUI pada tahun 2005, bahkan tidak hanya Ahmadiyah Qadian, tetapi juga Ahmadiyah Lahore. Namun demikian, Ahmadiyah tetap eksis di berapa wilayah di Indonesia, termasuk di pedesaan. Kajian ini ingin mengungkap tingkat kohesivitas sosial antara pengikut Ahmadiyah dengan komunitas Muslim arus utama di pedesaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan wawancara mendalam sebagai instrumen untuk mendapatkan data. Penelitian ini dilakukan di pedesaan di Kediri.

Oleh :  Ishomuddin | Universitas Muhammadiyah Malang | Sumber : www.ejournal.umm.ac.id

Pendahuluan

Tulisan ini didasarkan pada hasil penelitian tentang kohesivitas kehidupan sosial Ahmadiyah dengan muslim arus utama (mainstream) yang berpaham (Ahlus-Sunnah wal Jamaah). Selain di Indonesia, Ahmadiyah memiliki basis keanggotaan yang tersebar di Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, Australia dan Eropa. Bagi masyarakat muslim mainstream seperti Muhammadiyah, NU, dan Persis, Ahmadiyah dipandang sebagai kelompok keagamaan yang cacat secara aqidah. Sebagai kelompok yang dianggap cacat aqidah atau aliran sesat, organisasi-organisasi Islam lainnya menuntut pemerintah melarang keberadaan dan perkembangan Ahmadiyah di Indonesia. Untuk merespon hal itu, sejak 1980 Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menetapkan Ahmadiyah Qadian sebagai aliran yang sesat dan berada di luar Islam. Kesesatan Ahmadiyah kian dipertegas oleh MUI pada tahun 2005, bahkan tidak hanya Ahmadiyah Qadian, tetapi juga Ahmadiyah Lahore. Continue reading “Problem Kohesivitas Kehidupan Sosial Ahmadiyah dengan Muslim Mainstream di Jawa Timur” »

Sekolah Titiek Puspa

Sumber : majalah.tempointeraktif.com | Tempo, 12 Januari 1980

KEGIATAN Ahmadiyah Lahore yang menonjol hanyalah di Yogya dan Purwokerto. Sebab di sini ada kompleks sekolah-sekolah PIRI (Perguruan Islam Republik Indonesia).

PIRI yang berbentuk yayasan itu didirikan 1 September 1947. Dimulai dengan SMP yang mendompleng di gedung SMP Negeri I Terban Taman, Yogya. Usaha ini terus membengkak. Kini Yayasan PIRI Yogya memiliki 14 sekolah: 1 Taman Kanak-kanak, 2 SD, 4 SMP, 2 SMA, 2 STM, 1 SPG, 1 SKKA dan 1 SMEA. Dan di Purwokerto SMP dan STM PIRI. Sekarang ini PIRI Yogya memiliki 5.304 murid, dengan guru 315 orang dan 86 orang karyawan.

Lulusan PIRI tersebar di seluruh pelosok — termasuk Titiek Puspa, lulusan SGTK sekitar 1953. Mutunya pun tidak kalah dengan yang negeri, seperti dituturkan S. Ali Yasir, guru dan Sekretaris GAI Cabang Yogya. Hidup PIRI bergantung pada uang sekolah dan donasi.

“Motto pendiri: ‘kumpulan ini harus dihidupkan, jangan untuk hidup’, tetap kita pegang teguh,” kata Ny. Haji Djojosoegito, istri Almarhum R. Ng. H. Minhadjurrahman Djojosoegito pendiri GAI (dan penerjemah tafsir De Heilige Quraan karangan Maulana Muhammad Ali ke dalam bahasa Jawa) serta ibunda Prof. dr. H. Ahmad Muhammad, ketua PB GAI yang sekarang. “Bagi kita, yang diterima itu adalah uang Tuhan, untuk kepentingan sekolah dan agama Tuhan. Jadi kita tidak menggunakannya semau kita,” kata ibu 74 itu, Ketua Yayasan PIRI.

Kesulitan fasilitas yang merupakan persoalan umum bagi dunia pendidikan kita, terutama swasta, sudah tentu juga pernah menimpa PIRI. Kesulitan pergedungan dirasakan di tahun-tahun pertama dan kedua. Dompleng di sekolah-sekolah negeri. Baru setelah itu yayasan bisa menyewa tanah seluas kurang lebih 1,5 hektar di Baciro, Yogya.

“Dengan kemurahan Tuhan, ndilalah ada seorang pemborong yang simpatisan pada kita. Dia yang membangun dengan uangnya sendiri,” ujar ibu dari 19 anak itu. Ini terjadi tahun 1953 dan sekarang PIRI memiliki 3 kampus. Selain di Jalan Kemuning, juga di Jalan MT. Haryono dan Kemetiran Lor, Yogya.

Jago-jago Kita

Didirikannya sekolah PIRI adalah untuk menunjang langkah dan tugas GAI menyiarkan Islam dan mempertahankan agama. Di balik itu, “niat dalam hati kita supaya murid-murid PIRI jadi jago-jago kita (Ahmadiyah — red.). Tapi kami tidak memaksa. Cuma, yang bisa saya anjurkan kepada anak didik PIRI, jadilah jago-jago Islam yang baik. Mau ikut Ahmadiyah, NU, Muhammadiyah, terserah,” tandas Ny. Djojosoegito. Sebab “Ahmadiyah, NU, Muhammadiyah dan lainnya cuma organisasi. Yang harus diperjuangkan ‘kan Islam.”

Memang di PIRI ini setiap minggunya ada 6 jam pelajaran agama. Walaupun demikian “jarang yang masuk Ahmadiyah. Tapi yang jelas mereka simpatisan,” sebut Ali Yasir. Setidak-tidaknya, kesalah-pahaman terhadap Ahmadiyah berkurang.[]

Yang non timur tengah

Sumber: majalah.tempointeraktif.com | Temp0, 18 September 1971

DI SEBUAH pinggir kota, beberapa orang berkerumun di depan langgar. Tiba-tiba salah satu menuding kepada orang yang kebetulan lewat: “Dia orang Ahmadiyah” — sambil berbisik. Gambaran seperti itu kurang lebih masih tepat dipakai untuk melukiskan sikap umumnya kaum Muslimin terhadap aliran yang didirikan Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908) dari Pakistan itu. Yakni Jemaat Ahmadiyah.

Meskipun aliran ini sangat tersohor di Eropa, Amerika dan Afrika (punya pusat-pusat penyiaran Islam dibanyak negara, punya masyid-masyid di London, Birmingham, Hamburg, Frankfurt, Den Haag, Zurikh, Kopenhagen, Washington, Khicago, Pittsburg, Dayton), namun boleh dikatakan orang selalu menghadapi mereka dengan sedikit sikap hati-hati.

Pertama, karena orang-orang Ahmadiyah tak jarang digambarkan sebagai terlalu banyak mempelajari dalil dan putar balik pikiran buat berdebat. Kedua, dan lebih penting, karena beberapa ajaran yang dianggap secara fundamentil berbeda dengan jemaat besar kaum muslimin. Karena itulah menghadapi Ahmadiyah, orang Islam konon akan melakukan sedikit persiapan mental. Continue reading “Yang non timur tengah” »

Wahyu Yang Menghidupkan

Wahyu adalah air hujan samawi yang turun atas karunia Allah dalam gersang hati manusia. Dengan itu, manusia menggunakan kekuatan, harta benda dan jiwa pemberian Allah, guna mengabdi pada jalan-Nya.

Oleh : Muhammad Ali A.R

TUHAN YANG MAHA PENGASIH DAN PENYAYANG menjadikan manusia dengan maksud yang luhur, agar manusia memperoleh kebahagiaan lahir dan batin, dunia dan akhirat. Manusia dijadikan dalam bentuk yang amat baik (QS 95:4), diberi panca indra, anggota badan, akal dan hati (QS 29:23), yang semuanya menjadi sarana bagi manusia dalam mencapai tujuannya. Karena kemurahan Allah, manusia juga dikaruniai agama yang dibawa para Nabi sejak dahulu kala hingga berujung pada Nabi Suci Muhammad saw. sebagai penutup segala Nabi. Tak ada satu bangsa pun yang tidak kedatangan Nabi Utusan Tuhan (QS 35:24).

Sesuai maksud agama yang dibawanya, maka kewajiban para Nabi ialah menyucikan manusia, mengajarkan kitab dan kebijaksanaan. Para Nabi juga memberikan contoh teladan bagaimana seharusnya hidup di dunia, cara mengadakan hubungan dengan Allah dan sesama makhluk, agar dapat tercapai apa yang menjadi tujuan hidupnya. Continue reading “Wahyu Yang Menghidupkan” »