SejarahTokoh

Raden Muh. Husni, Mantan Sekjen Muhammadiyah Pendiri Gerakan Ahmadiyah

Foto Pengurus PB GAI Tahun 1934. R. Muh. Husni berdiri di tengah (nomor 5 dari kiri). Lihat Keterangan Lengkap Foto di sini

Dari GAI cabang Surabaya diberitakan bahwa pada hari Rabu, 21 Juni 1978, telah meninggal dunia dengan tenang Bapak Haji R. Muh. Husni, dalam usia 88 tahun, setelah menderita sakit selama tiga hari lamanya.

Semoga Allah mengampuni segala dosanya dan memasukkan beliau di kalangan orang-orang saleh. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan kekuatan iman. amin!

Haji Raden Muh. Husni adalah seorang perintis Gerakan Ahmadiyah-Lahore Indonesia (GAI) bersama-sama Bapak Djojoseogito, dan lain-lain. Beliau adalah juga pendiri Qur’an Fonds, yang menerbitkan De Heilige Quran dan De Religie van den Islam yang amat harum pekabarannya.

Bersama-sama Bapak Wongsosewoyo, beliau mendirikan Hollan Islam Missi, yang bertujuan mengirimkan mubaligh dan mendirikan masjid di Negeri Belanda. Bahkan seandainya tak terhalang Perang Dunia, beliau akan dikirim sebagai mubaligh di Negeri Belanda.

Ketenaran beliau bukan hanya pada zaman GAI, melainkan pula pada zaman permulaan Muhammadiyah, karena beliau adalah Sekretaris Jenderal Muhammadiyah pada waktu itu.

Beliau adalah salah seorang pejuang Islam yang gigih. Oleh karena itu pada zaman Jepang, beliau pernah ditangkap dan ditawan berbulan-bulan lamanya.

Pada zaman Perang Kemerdekaan, beliau ikut bergerilya sebagai Pamong Praja, kemudian diangkat sebagai Wedana Tulungagung hingga pensiun.

Beliau pernah menerjemahkan buku “The Sources of Christianity” dengan judul “Mata Aliran Kekristenan,” buah tulisan Khawaja Kamaluddin.

 

Sumber Artikel : Majalah Warta Keluarga GAI, No. 89/90, 1 Mei/Juni 1978

Comment here