facebooklikebutton.co

Kafan Turin

Oleh : Mardiyono

|| Dalam buku “Jesus lived in India” karangan Holger Kersten, ada bab mengenai “Kain Kafan Turin”, yaitu kain kafan pembungkus tubuh Isa Al-Masih setelah beliau diturunkan dari kayu salib dan kini disimpan di Turin, Itali. Kain kafan turin amat termashur, sebab membuktikan bahwa Isa Al-Masih, waktu itu usianya 34 tahun, tidak mati di tiang salib.

Dalam hal itu, Qur’an membenarkan, “Mereka tak membunuhnya dan tak menyebabkan dia mati di kayu salib, melainkan ditampakkan kepada mereka seperti demikian” (QS 4:157). Juga sebuah hadits menerangkan kebenaran bahwa Nabi Isa a.s. mencapai usia 120 tahun (Ibnu Katsir, tafsir Isma’il bin ‘Umar II/246). Setelah sembuh dari akibat-akibat penyaliban beliau pergi ke Kashmir, yang oleh Qur’an diayatkan,  “Dan Kami menjadikan putera Maryam dan ibunya sebagai tanda bukti, dan Kami mengungsikan dua-duanya ke Rabwah (Tanah Tinggi) yang mempunyai padang rumput dan mata air (QS 23:50). Di SRINAGAR Kashmir ada makam yang dikenal sebagai makam seorang Nabi yang bernama Yus Asaf, yang datangnya di Kasymir sekitar 2000 tahun yang lalu, yang oleh Imam Mirza Ghulam Ahmad dipastikan “Itulah makam Nabi Isa AS”.

Kain kafan Turin amat menarik perhatian, sehingga banyak diselidiki oleh banyak akhli. Namun di tahun 1988 ada yang diberikan untuk diselidiki adalah potongan kain yang dikatakan dari kain kafan Turin, ternyata terbuat di tahun 1275-an. Ternyata pemalsuan yang disengaja, sebab ada pihak yang mempunyai kepercayaan dasar bahwa Isa Al Masih haruslah sudah wafat karena disalib, untuk kemudian secara jasmaniah naik ke Sorga.

Isa Al-Masih diturunkan dari kayu Salib dalam keadaan petugas-petugas dan khalayak yakin beliau sudah tidak bernyawa. Itulah perlindungan Tuhan, sebab sebenarnya beliau masih hidup, yang diyakini oleh sahabat-sahabat Isa Al-Masih. Maka dengan diam-diam seluruh tubuh Isa Al-Masih mereka balsam dengan kemenyan dan daun-daun aloe yang telah direndamkan dalam anggur, kemudian tubuh dibungkus dengan kain kafan. Ramuan balsam tersebut amat mujarab untuk menyembuhkan luka-luka berdarah yang ada pada tubuh Isa, sehingga Isa dapatlah bangun dari keadaan “mati surinya”. Kemudian hal ikhwal beliau amat dirahasiakan demi keamanan beliau.

Menjadi amat termashurnya kain kafan Turin ialah karena seluruh tubuh Isa Al-Masih tercetak pada kain kafan, tanda bahwa tubuh demam panas dan banyak berkeringat, artinya masih hidup. Tubuh tidak berpakaian dan menampakkan luka-luka berdarah akibat penyaliban dan penganiayaan. Kedua tangan dan kedua kaki menunjukkan telah dipaku di kayu salib. Titik-titik berdarah pada dahi dan kepala ialah karena diberi “mahkota” berupa anyaman tangkai-tangkai tanaman berduri. Banyak luka-luka di punggung dan beberapa di dada bekas dicambuk sewaktu beliau memanggul kayu salib untuk dibawa ke lokasi penyaliban. Maka pada pundak juga ada luka-luka karena memanggulnya kayu salib yang amat berat dan beberapa kali jatuh tersungkur. Ada luka beberapa centi dalamnya di sebelah kanan tubuh antara tulang rusuk kelima dan keenam karena tusukan tombak. Semuanya itu telah diriwayatkan dalam Injil Kanonik. Wajah Isa Al-Masih juga tercetak amat jelas di kain kafan, yang menunjukkan betapa agung dan mulia orang yang mempunyai wajah itu, layaknya wajah seorang Nabi Allah (atau bakal Nabi). Sehingga manusia tidak dapat mengenali wajah seorang Nabi selain  Isa.[]

 

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*