facebooklikebutton.co
SENTUHAN RUHANI

Pentingnya Amal Nyata dan Layanan Agama

Ingatlah, jemaat kita bukan untuk perkara seperti yang dilakukan penggemar hal-hal duniawi umumnya. Yaitu hanya mengatakan, “Kami masuk dalam jemaat ini,” dan tidak menganggap penting amal nyata. Seperti keadaan sebagian orang Islam. Apabila mereka ditanya, “Apakah kamu muslim?” Mereka menjawab, “Syukur alhamdulillah.” Tetapi mereka tidak menjalankan salat, dan tidak menghormati syariat Allah.

Singkatnya, aku tidak ingin kamu hanya menyatakan dengan lisan, tetapi tidak membuktikan dengan perbuatan. Keadaan ini tidak berguna, dan Allah Ta’ala tidak menyukainya. Keadaan dunia ini mendorong Allah Ta’ala membangkitkan aku untuk melakukan perbaikan. Maka bila ada orang berhubungan denganku, tetapi tidak memperbaiki keadaannya, dan tidak meningkat kekuatan amalnya, sebaliknya dia menganggap cukup hanya dengan pengakuan secara lisan, dengan kenyataan seperti itu dia seakan-akan menegaskan bahwa aku tidak ada perlunya.

Jika dengan ulahmu kamu ingin membuktikan bahwa kedatanganku tidak berguna, lalu apa artinya kamu berhubungan denganku?

Kalau kamu menjalin hubungan denganku, hendaklah kamu memenuhi tujuanku. Yaitu tunjukkan keikhlasan dan kesetiaanmu di hadapan Allah Ta’ala. Amalkan ajaran Quran Syarif seperti yang ditunjukkan oleh Rasulullah Muhammad saw. dan dilakukan oleh para sahabat beliau. Ketahuilah tujuan sebenarnya Quran Syarif dan amalkanlah. Di hadapan Allah Ta’ala tidak mungkin cukup hanya dengan ikrar secara lisan, dan tidak disertai dengan kesungguhan dalam perbuatan.

Lihatlah baik-baik, jemaat yang Allah ingin dirikan tidak akan bertahan hidup tanpa tindakan. Inilah jemaat yang agung, yang persiapannya dimulai sejak masa Adam as. Maka hargailah. Cara menghargainya dengan bukti perbuatan.

Barangsiapa menjadi pelayan agama, umurnya  akan diperpanjang. Barangsiapa tidak mau menjadi pelayan agama, dia seperti sapi tua, pemiliknya akan menyembelihnya bila menginginkan. Barangsiapa menjadi pelayan agama dengan hati yang tulus, dia akan menjadi kekasih Allah. Allah Ta’ala akan menjadi bimbang dalam mematikannya. Allah berfirman:

“Adapun apa yang bermanfaat bagi manusia, ia akan tetap (tinggal) di bumi.” (Ar Ra’d, 13:17).

(Disarikan dari Malfuzat Ahmadiyyah, jld. 5, hlm. 234-236).

Comment here