Kejadian kekerasan atas nama agama akhir-akhir ini membuat saya banyak merenung mencari hikmah dan hidayah, lnsya Allah. Ada kezaliman sedemikian gamblangnya di depan mata: anak bangsa yang satu menghakimi serta menganiaya sesama anak bangsa lainny
SelengkapnyaSecara teologis, Islam merupakan sistem nilai dan ajaran yang bersifat ilahiyah, karena itu bersifat transenden. Dari sisi ini Islam merupakan doktrin atau ajaran yang bersifat universal. Tetapi secara sosiologis, ia merupakan fenomena peradaban, kul
SelengkapnyaPenelitian ini fokus memetakan dasar eksistensi kelompok Ahmadiya di Indonesia dengan berlandas pada sila Ketuhanan Yang Maha Esa Pancasila. Penelitian ini digarap dengan metode analisis historis kritis. Hasil kajian dari penelitian ini antara l
SelengkapnyaThe name of my country, Indonesia, was mentioned in the English commentary of the Holy Quran by Maulana Muhammad Ali as follows: "As a matter of fact, it is true that notwithstanding various setbacks at different periods of history, the ca
SelengkapnyaJudul Artikel : Ahmadiyah di Indonesia Penulis : Prof. Dr. H. M. Machasin | Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Nukilan dari buku “Gerakan-Gerakan Islam Indonesia Kontemporer: Buku Seri Sejarah Islam Indonesia Modern.” Adab Press, Yogyakart
SelengkapnyaTernyata tidak saja orang orang jaman kita yang alergi dengan Ahmadiyah. Jaman sebelum kemerdekaan, issue mengenai Ahmadiyah sudah meramaikan suasana keagamaan saat itu. Ketika itu seorang Soekarno dituduh sebagai anggota Jamaah Ahmadiyah. Dari
SelengkapnyaDI SEBUAH pinggir kota, beberapa orang berkerumun di depan langgar. Tiba-tiba salah satu menuding kepada orang yang kebetulan lewat: "Dia orang Ahmadiyah" -- sambil berbisik. Gambaran seperti itu kurang lebih masih tepat dipakai untuk melukiskan sika
SelengkapnyaTetapi pro dan kontra terhadap fikiran-fikiran Ahmadi, dengan asumsi pertama bahwa dari mereka banyak bisa diambil hal-hal yang elok, menunjukkan kedudukan ajaran ini dalam sejarah pemikiran Islam di Indonesia. Sesudah masuknya kitab-kitab dari Timur
Selengkapnya“Bukan onderbouw apa-apa. Kami ini muslim, dan menjadi muslim juga tidak berarti kami onderbouw Arab. Jadi kami memang tidak organisasi-sentris, tapi lslam-sentris. Kapan saja tidak diperlukan menyebut organisasi, dan cukup Islam saja, itupun bagi ka
SelengkapnyaKecil saja perkumpulan Ahmadiyah itu. Hanya 10 atau beberapa belas orang yang menyatakan bai’at (prasetia) pada tahun tersebut. Bahkan sekarang ketika anggota Muhammadiyah sudah berjumlah lebih setengah juta (SI pada 1918 sudah beranggota 800. 000 se
Selengkapnya