Akademika

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Sebagai Landasan Eksistensi Ahmadiyah Di Indonesia

Penelitian ini fokus memetakan dasar eksistensi kelompok Ahmadiya di Indonesia dengan berlandas pada sila Ketuhanan Yang Maha Esa Pancasila. Penelitian ini digarap dengan metode analisis historis kritis.

Hasil kajian dari penelitian ini antara lain:

(1) Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjunjung tinggi nilai kebebasan beragama atau berkeyakinan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Bebas memilih dan menjalankan keagamaan dengan tetap menjujung tinggi nilai harkat dan martabat manusia.

Dengan berlandas pada prinsip ini, maka keberadaan kelompok Ahmadiyah serta dogma yang dimilikinya tidak dapat dipersoalkan. Kelompok Ahmadiyah memiliki hak istimewa yang sama yakni hak kebebasan beragama.

Berbagai perlakuan intoleransi terhadap kelompok Ahmadiyah merupakan tindakkan yang bertentangan dengan dasar negara Indonesia.

(2) Sila Ketuhanan Yang Maha Esa tidak sama sekali berbicara tentang konsep dogmatis agama tertentu, sehingga semua agama dipandang dan diperlakukan sama. Untuk itu, kelompok Ahmadiyah harus dipandang sejajar dengan kelompok keyakinan yang lainnya. Eksistensi Ahmadyah diakui, diafirmasi, dan dihormati di Indonesia.

(3) Negara tidak boleh mengintervensi urusan dogmatis agama-agama, itu hak domain setiap agama. Negara hadir untuk menjamin kebebasan dan ketertiban umum. Untuk itu SKB tiga menteri 2008 tentang kelompok Ahmadiyah perlu dikritisi lebih lanjut.

  • Judul : Sila Ketuhanan Yang Maha Esa Sebagai Landasan Eksistensi Ahmadiyah Di Indonesia
  • Penulis : Daniel Dagur dan Mathias Jebaru Adon | Sekolah Tinggi Filsafat Widya Sasana Malang
  • Terbit dalam Jurnal Pancasila Vol. 2 No. 2 (2021)
  • Sumber asli di sini
  • Unduh di sini
Yuk Bagikan Artikel Ini!

Comment here

Translate »