facebooklikebutton.co
Tuesday, 20 February 2018

TOKOH

  • Rachmat Basuki Soeropranoto

    Rachmat Basuki Soeropranoto

    Keluarga besar Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) kembali kehilangan salah satu warga yang penuh komitmen dan dedikasi dalam perjuangannya membela dan menyiarkan Islam. Beliau adalah Bapak Haji Rachmat...

  • Mirza Wali Ahmad Baig

    Mirza Wali Ahmad Baig

    Mirza Wali Ahmad Baig adalah seorang mubaligh dari Pakistan yang datang di Indonesia dengan tujuan syiar Islam. Islam yang dikenalkan adalah Islam yang bersikap menjunjung tinggi agama melebihi dunia,...

  • Erfan Ahmad Dahlan (1905 – 1967)

    Erfan Ahmad Dahlan (1905 – 1967)

    Erfan Ahmad Dahlan adalah anak keempat dari K.H. Ahmad Dahlan (w. 1923), Pendiri Muhammadiyah, dari istri pertamanya, Siti Walidah. Lahir tahun 1905 dengan nama asli Joemhan. Berganti nama menjadi Erf...

  • In Memoriam: Sami’an Ali Yasir (1946-2017)

    In Memoriam: Sami’an Ali Yasir (1946-2017)

    Samiā€™an Ali Yasir lahir di Ngawi, 16 Juni 1946. Entah kapan bermulanya, belakangan beliau lebih kondang dengan sebutan Simon Ali Yasir. Banyak orang menduga beliau sebagai seorang mualaf karena nama i...

  • H.O.S. Tjokroaminoto dan Ahmadiyah

    H.O.S. Tjokroaminoto dan Ahmadiyah

    HOS Tjokroaminoto merupakan tokoh nasional pejuang kemerdekaan dengan latar Islam. Tahun 1912 Sarekat Dagang Islam (SDI), sebuah lembaga koperasi yang menaungi para pedagang batik dari monopoli etnik ...

  • Ghulam Ahmad: Dari Filsafat hingga Tasawuf

    Ghulam Ahmad: Dari Filsafat hingga Tasawuf

    Sebagai seorang pembaharu (mujaddid), Ghulam Ahmad merupakan seorang pemikir, tapi ia bukan seorang rasionalis dalam arti yang menjadikan akal sebagai satu-satunya tolok ukur kebenaran. Oleh: Ngutsman...

  • Soedewo Parto Koesoemo (1906-1971)

    Soedewo Parto Koesoemo (1906-1971)

    Lahir di Jember pada Februari 1906, dan wafat di Jakarta pada bulan Ramadhan, 22 November 1971. Disemayamkan di Bogor. Sedari kecil, Soedewo dididik dalam suasana pendidikan Belanda. Pendidikan yang d...

  • Oemar Said Tjokroaminoto (1882-1934)

    Oemar Said Tjokroaminoto (1882-1934)

    Setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat. (Trilogi Tjokroaminoto) Lahir di Bukur, Madiun pada tanggal 6 Agustus 1882, dan wafat di Yogyakarta pada tanggal 17 Desember 1934. D...

  • Moehammad Bachroen

    Moehammad Bachroen

    “Orang yang berusaha sekeras-kerasnya untuk bertemu dengan Allah, jiwanya berangsur-angsur menjadi peka, sehingga apabila mendengar nama Allah disebut, hatinya merasa “mak greg”, sep...

  • In memoriam: Rachmat Basuki Soeropranoto

    In memoriam: Rachmat Basuki Soeropranoto

    Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun. KULLU nafsin dzaa iqatul maut, setiap yang bernyawa akan merasakan mati (3:185). Ketentuan Allah ini berlaku bagi siapa saja termasuk bagi sosok bernama R...

Moehammad Bachroen

“Orang yang berusaha sekeras-kerasnya untuk bertemu dengan Allah, jiwanya berangsur-angsur menjadi peka, sehingga apabila mendengar nama Allah disebut, hatinya merasa “mak greg”, seperti pesawat radio, jika sudah pas dengan gelombang yang diinginkan ….” (Moehammad Bachroen, Juni 1978) Moehammad Bachroen. Lahir di Purwokerto, 12 Februari 1911. Wafat pada hari Ahad tanggal ... Read More »

Erfan Ahmad Dahlan (1905 – 1967)

Erfan Ahmad Dahlan adalah anak keempat dari K.H. Ahmad Dahlan (w. 1923), Pendiri Muhammadiyah, dari istri pertamanya, Siti Walidah. Lahir tahun 1905 dengan nama asli Joemhan. Berganti nama menjadi Erfan Ahmad Dahlan atas keinginannya sendiri saat bertinggal di Lahore, India. Pada Juni 1924, Joemhan bersama tiga orang alumni Kweekschool Islam ... Read More »

Mirza Wali Ahmad Baig

Mirza Wali Ahmad Baig adalah seorang mubaligh dari Pakistan yang datang di Indonesia dengan tujuan syiar Islam. Islam yang dikenalkan adalah Islam yang bersikap menjunjung tinggi agama melebihi dunia, Islam yang menegakkan Kedaulatan Allah di atas segala-galanya. Islam yang dikenalkan adalah mengenai kedatangan seorang mujaddid abad XIV, yang bergelar Masih ... Read More »

Dedikasi Muhammad Ali

Oleh: Hawe Setiawan | Rubrik Selisik, Republika, 23 September 2007 Maulana Muhammad Ali (1874-1951) bangun tidur jam dinihari. Seusai tahajud, ia berangkat ke masjid untuk mendirikan Subuh. Setelah shalat, ia berjalan-jalan, lalu kembali ke rumah buat sarapan. Kemudian ia bekerja hingga Dzuhur. Seusai shalat dan makan siang, ia tidur satu ... Read More »