facebooklikebutton.co
Monday, 23 April 2018

TOKOH

  • Rachmat Basuki Soeropranoto

    Rachmat Basuki Soeropranoto

    Keluarga besar Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) kembali kehilangan salah satu warga yang penuh komitmen dan dedikasi dalam perjuangannya membela dan menyiarkan Islam. Beliau adalah Bapak Haji Rachmat...

  • Soedewo Parto Koesoemo (1906-1971)

    Soedewo Parto Koesoemo (1906-1971)

    Lahir di Jember pada Februari 1906, dan wafat di Jakarta pada bulan Ramadhan, 22 November 1971. Disemayamkan di Bogor. Sedari kecil, Soedewo dididik dalam suasana pendidikan Belanda. Pendidikan yang d...

  • Lord Headley Al-Farooq: Jadi Muslim karena Yesus

    Lord Headley Al-Farooq: Jadi Muslim karena Yesus

    REPUBLIKA.CO.ID — Lord Headley Al-Farooq merupakan negarawan dan penulis terkemuka Inggris. Ia merupakan lulusan Cambrigde. Setelah lulus, ia lebih banyak aktif menjalani dinas kemiliteran. Kari...

  • Soekarno: Tidak Percaya Bahwa Mirza Ghulam Ahmad Adalah Nabi

    Soekarno: Tidak Percaya Bahwa Mirza Ghulam Ahmad Adalah Nabi

    BEBERAPA hari yang lalu saya mendapat surat “vlieg-post” (kilat pos) Kupang, dari Kupang ke Endeh dengan kapal biasa dari seorang kawan di Bandung, bahwa ‘Pemandangan’ telah memuat satu entrefilet bah...

  • Moehammad Bachroen

    Moehammad Bachroen

    “Orang yang berusaha sekeras-kerasnya untuk bertemu dengan Allah, jiwanya berangsur-angsur menjadi peka, sehingga apabila mendengar nama Allah disebut, hatinya merasa “mak greg”, sep...

  • Djohan Effendi dan Ahmadiyah

    Djohan Effendi dan Ahmadiyah

    Tulisan di bawah ini adalah kutipan sepenuhnya dari buku “Sang Pelintas Batas: Biografi Djohan Effendi” (hal. 45-49, 59-66, 80-82), yang ditulis oleh Ahmad Gaus AF, dan diterbitkan atas kerjasam...

  • Ghulam Ahmad: Dari Filsafat hingga Tasawuf

    Ghulam Ahmad: Dari Filsafat hingga Tasawuf

    Sebagai seorang pembaharu (mujaddid), Ghulam Ahmad merupakan seorang pemikir, tapi ia bukan seorang rasionalis dalam arti yang menjadikan akal sebagai satu-satunya tolok ukur kebenaran. Oleh: Ngutsman...

  • Maulana Muhammad Ali

    Maulana Muhammad Ali

    Tulisan berikut adalah Biografi Maulana Muhammad Ali, yang dikutip lengkap dari “Ensiklopedi Islam Indonesia”, yang ditulis oleh para sarjana UIN Syarif Hidayatullah.   MAULANA MUHAMM...

  • Ahmad Muhammad Djojosoegito (1927-1990)

    Ahmad Muhammad Djojosoegito (1927-1990)

    Lahir di Purwokerto, 5 Oktober  1927. Beliau adalah putra salah satu pendiri GAI, R. Ng. H. Minhadjurrahman Djojosoegito. Nama Ahmad Muhammad, menurut penuturan, amat bersejarah dalam hidup dan kehidu...

  • Mirza Wali Ahmad Baig

    Mirza Wali Ahmad Baig

    Mirza Wali Ahmad Baig adalah seorang mubaligh dari Pakistan yang datang di Indonesia dengan tujuan syiar Islam. Islam yang dikenalkan adalah Islam yang bersikap menjunjung tinggi agama melebihi dunia,...

Moehammad Bachroen

“Orang yang berusaha sekeras-kerasnya untuk bertemu dengan Allah, jiwanya berangsur-angsur menjadi peka, sehingga apabila mendengar nama Allah disebut, hatinya merasa “mak greg”, seperti pesawat radio, jika sudah pas dengan gelombang yang diinginkan ….” (Moehammad Bachroen, Juni 1978) Moehammad Bachroen. Lahir di Purwokerto, 12 Februari 1911. Wafat pada hari Ahad tanggal ... Read More »

Erfan Ahmad Dahlan (1905 – 1967)

Erfan Ahmad Dahlan adalah anak keempat dari K.H. Ahmad Dahlan (w. 1923), Pendiri Muhammadiyah, dari istri pertamanya, Siti Walidah. Lahir tahun 1905 dengan nama asli Joemhan. Berganti nama menjadi Erfan Ahmad Dahlan atas keinginannya sendiri saat bertinggal di Lahore, India. Pada Juni 1924, Joemhan bersama tiga orang alumni Kweekschool Islam ... Read More »

Mirza Wali Ahmad Baig

Mirza Wali Ahmad Baig adalah seorang mubaligh dari Pakistan yang datang di Indonesia dengan tujuan syiar Islam. Islam yang dikenalkan adalah Islam yang bersikap menjunjung tinggi agama melebihi dunia, Islam yang menegakkan Kedaulatan Allah di atas segala-galanya. Islam yang dikenalkan adalah mengenai kedatangan seorang mujaddid abad XIV, yang bergelar Masih ... Read More »

Dedikasi Muhammad Ali

Oleh: Hawe Setiawan | Rubrik Selisik, Republika, 23 September 2007 Maulana Muhammad Ali (1874-1951) bangun tidur jam dinihari. Seusai tahajud, ia berangkat ke masjid untuk mendirikan Subuh. Setelah shalat, ia berjalan-jalan, lalu kembali ke rumah buat sarapan. Kemudian ia bekerja hingga Dzuhur. Seusai shalat dan makan siang, ia tidur satu ... Read More »