facebooklikebutton.co

ARTIKEL

  • Kawah Toleransi: Mengenang Kisah M. Dawam Rahardjo

    Kawah Toleransi: Mengenang Kisah M. Dawam Rahardjo

    Bagaimana mungkin aku terprovokasi untuk membenci orang Ahmadiyah, sementara aku sendiri sangat terbantu memahami Islam dari Ahmadiyah. Bukan karena kebetulan Tjokroaminoto, Agus Salim, Soekarno, Hatt...

  • Bung Karno, Aku dan Ahmadiyah

    Bung Karno, Aku dan Ahmadiyah

    Masyarakat Solo mengenal dengan baik sekolah Ahmadiyah. PIRI namanya. Sekolah yang maju. Sekolah itu menampung siswa dari berbagai kalangan masyarakat. Tidak hanya Ahmadiyah. Mungkin, sekolah itu seka...

  • Djohan Effendi dan Warisan Islam yang Toleran

    Djohan Effendi dan Warisan Islam yang Toleran

    Bagi Djohan semua agama dan keyakinan adalah mata air kearifan untuk mencapai pencerahan kehidupan manusia. Tak ada yang pantas untuk dipersekusi. tirto.id – Tak ada yang lebih membuat Djohan Ef...

  • Menjaga Kerukunan Agama, Menjaga Keutuhan Bangsa

    Menjaga Kerukunan Agama, Menjaga Keutuhan Bangsa

    Tulisan ini adalah makalah saksi ahli, Dr. Ahmad Najib Burhani, yang disampaikan pada sidang ke-6 dalam Judicial Review UU No. 1/PNPS/1965 di Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Selasa, 7 November...

  • H.O.S. Tjokroaminoto dan Ahmadiyah

    H.O.S. Tjokroaminoto dan Ahmadiyah

    HOS Tjokroaminoto merupakan tokoh nasional pejuang kemerdekaan dengan latar Islam. Tahun 1912 Sarekat Dagang Islam (SDI), sebuah lembaga koperasi yang menaungi para pedagang batik dari monopoli etnik ...

  • Soekarno: Tidak Percaya Bahwa Mirza Ghulam Ahmad Adalah Nabi

    Soekarno: Tidak Percaya Bahwa Mirza Ghulam Ahmad Adalah Nabi

    BEBERAPA hari yang lalu saya mendapat surat “vlieg-post” (kilat pos) Kupang, dari Kupang ke Endeh dengan kapal biasa dari seorang kawan di Bandung, bahwa ‘Pemandangan’ telah memuat satu entrefilet bah...

  • Djohan Effendi dan Ahmadiyah

    Djohan Effendi dan Ahmadiyah

    Tulisan di bawah ini adalah kutipan sepenuhnya dari buku “Sang Pelintas Batas: Biografi Djohan Effendi” (hal. 45-49, 59-66, 80-82), yang ditulis oleh Ahmad Gaus AF, dan diterbitkan atas kerjasam...

  • Mengenang Tabayun ke Dua Ahmadiyah

    Mengenang Tabayun ke Dua Ahmadiyah

    Menjelang Idulfitri 2017 ini, Masjid Ahmadiyah di Sawangan, Depok, dilempari cat dan telur oleh sekelompok orang. Teror ini bukan yang pertama. Terbitnya Surat Keputusan Bersama tiga menteri pada Juni...

  • Kisah Elite Muhammadiyah yang Menyeberang ke Ahmadiyah Lahore

    Kisah Elite Muhammadiyah yang Menyeberang ke Ahmadiyah Lahore

    tirto.id — Polemik keras pernah menerpa internal Muhammadiyah pada kurun 1924-1929, atau tak lama usai K.H. Ahmad Dahlan wafat. Muhammadiyah saat itu diketuai K.H. Ibrahim, saudara ipar Ahmad Da...

  • Mengendalikan Diri

    Mengendalikan Diri

    Dalam mengarungi samudera hidup dan kehidupan, manusia tak lepas dari adanya hambatan, rintangan maupun tantangan. Dalam menghadapi itu semua, sikap seorang muslim selayaknya berpegang pada pedoman ya...

Konsep Muhammad saw. Sebagai Penutup Para Nabi: Implikasinya dalam Kehidupan Sosial serta Keagamaan

Klaim kenabian atau, apalagi, kerasulan, akan menimbulkan masalah dalam masyarakat, karena logika setiap klaim kenabian atau kerasulan tentu menuntut kepada setiap orang untuk menerima, membenarkan dan “beriman” kepada pengaku itu. Oleh: Nurcholish Madjid | Cendekiawan Muslim Suatu kenyataan sejarah yang amat menarik tentang Nabi Muhammad saw ialah bahwa sejak beliau tampil sekitar lima belas abad yang lalu ... Read More »

Selayang Pandang GAI di Kediri

Pada masa awal kepengurusan SWB Arifin, terbentuklah desa-desa binaan sebagai basis GAI di daerah sekitar Sungai Konto, di antaranya Desa Sekuning, Wangkalan, Jaban dan desa Pusuh. Kegiatan yang rutin diselenggarakan adalah Pengajian Tafsir Qur’an, bertempat di rumah SWB Arifin, pada setiap Minggu pagi. Kegiatan ini diikuti oleh tokoh-tokoh ormas dan ... Read More »

Membela Ahmadiyah yang Dizalimi

Lebih dari itu, tokoh GAI R. Sudewo Parto Kusumo (1905-1970) sangat berjasa secara intelektual dan spritual dalam mengkader kaum muda muslim terpelajar yang tergabung dalam Jong Islamitenbond (JIB), dan juga masih banyak tokoh GAI dan JAI yang kemudian berjuang dalam organisasi Syarikat Islam (SI) dan Masyumi. Oleh: Imam Ghazali Said ... Read More »

Perguruan Islam Republik Indonesia: Sepenggal Riwayat

“Niat dalam hati kita supaya murid-murid PIRI jadi jago-jago kita (Ahmadiyah — red.). Tapi kami tidak memaksa. Cuma, yang bisa saya anjurkan kepada anak didik PIRI, jadilah jago-jago Islam yang baik. Mau ikut Ahmadiyah, NU, Muhammadiyah, terserah,” (Koestirin Djojosoegito, Ketua Yayasan PIRI dalam wawancara dengan Majalah Tempo) Oleh: Basyarat Asgor Ali ... Read More »

Islam Menjawab Kecemasan Manusia

Apabila manusia telah mempunyai pegangan hidup yang pasti yaitu percaya akan kekuasaan dan pertolongan Allah, serta berusaha dengan sekuat-kuatnya untuk taqwa pada Allah dan kemudian ia dengan tulus ikhlas berserah diri sepenuhnya ke hadirat Allah ta’ala, maka insya Allah kehidupan manusia itu tidak akan diliputi oleh kebimbangan, ketidakpastian, pesimisme, kegelisahan, ... Read More »

GAI dan Soal Ahmadiyah di Indonesia

Dalam kasus Jemaat Ahmadiyah Indonesia, menurut hemat kami, hal terbaik bagi penyelesaian permasalahannya adalah dengan melakukan proses hukum melalui pengadilan.  Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) oleh sebagian kalangan dituduh sebagai pelaku penodaan agama, yang seakan-akan menjadi dalil pembenaran bagi sebagian masyarakat untuk melakukan tindakan inkonstitusional terhadap JAI. Sementara itu JAI bersikeras ... Read More »

Nabi Pamungkas dan Nabi Sekunder

Sebenarnya, jika para pengikut Ahmadiyah menyebut Mirza Ghulam Ahmad sebagai wali, atau ulama, atau mujaddid, pasti tidak akan ada masalah. Sayangnya, mereka lebih memilih bersitegang dengan ortodoksi Sunni dengan tetap menggunakan istilah “nabi” untuk pemimpin mereka. Padahal, yang mereka maksudkan dengan nabi ketika menyebut Mirza Ghulam Ahmad sebetulnya adalah “wali” ... Read More »