Islam, bukan Muhammadanisme Hal penting yang pertama kali harus diperhatikan dalam membahas Agama[1] Islam, adalah bahwa agama ini tak bisa disebut Muhammadanisme, sebagaimana umumnya anggapan Orang Barat. Mereka merujuk nama Nabi Suci Muhammad, y
SelengkapnyaKaum Ahmadi. Menjadi pengungsi di tanah sendiri. Aliran Ahmadiyah terbilang kontroversial. Setidaknya ada dua aliran dalam Ahmadiyah, satu yang menganggap Ghulam Ahmad sebagai Imam Mahdi, dan yang lain menganggap Ghulam Ahmad sebagai seorang pem
SelengkapnyaTak diragukan lagi bahwa para pendusta akan sangat cepat mengalami kehancuran. Orang yang berkata bahwa dirinya adalah utusan Allah dan dimuliakan dengan menerima ilham dan kalam Allah, padahal kenyataannya bukan utusan Allah dan tak menerima ilham d
SelengkapnyaBagaimana mungkin aku terprovokasi untuk membenci orang Ahmadiyah, sementara aku sendiri sangat terbantu memahami Islam dari Ahmadiyah. Bukan karena kebetulan Tjokroaminoto, Agus Salim, Soekarno, Hatta, dan tokoh-tokoh besar lainnya – baik secara eks
SelengkapnyaMasyarakat Solo mengenal dengan baik sekolah Ahmadiyah. PIRI namanya. Sekolah yang maju. Sekolah itu menampung siswa dari berbagai kalangan masyarakat. Tidak hanya Ahmadiyah. Mungkin, sekolah itu sekarang masih ada. Dari sekolah itulah pertama kal
Selengkapnyatirto.id - Tak ada yang lebih membuat Djohan Effendi bersedih, kecuali pertentangan dan konflik atas nama agama di Indonesia. Di tanah kelahirannya, tempat ia tumbuh dan berkembang dalam spektrum identitas yang luas—termasuk keragaman di lingkup keya
Selengkapnyatirto.id - Di Qadian, di sebuah desa kecil di distrik Gurdaspur, Punjab, India, Mirza Ghulam Ahmad lahir pada tanggal 13 Februari 1835. Nama “Qadian”, yang terletak sekitar 100 km di sebelah timur laut kota Lahore, berasal dari leluhur Ghulam Ahma
SelengkapnyaHOS Tjokroaminoto merupakan tokoh nasional pejuang kemerdekaan dengan latar Islam. Tahun 1912 Sarekat Dagang Islam (SDI), sebuah lembaga koperasi yang menaungi para pedagang batik dari monopoli etnik China dalam perdagangan saat itu. Kesuksesan SDI m
SelengkapnyaBEBERAPA hari yang lalu saya mendapat surat “vlieg-post” (kilat pos) Kupang, dari Kupang ke Endeh dengan kapal biasa dari seorang kawan di Bandung, bahwa ‘Pemandangan’ telah memuat satu entrefilet bahwa saya telah mendirikan cabang Ahamdiyah dan menj
SelengkapnyaTulisan di bawah ini adalah kutipan sepenuhnya dari buku “Sang Pelintas Batas: Biografi Djohan Effendi" (hal. 45-49, 59-66, 80-82), yang ditulis oleh Ahmad Gaus AF, dan diterbitkan atas kerjasama ICRP dan Kompas, cetakan I September 2009. Di Tepi Ju
Selengkapnya