facebooklikebutton.co
Artikel IlmiahIsu Ahmadiyah

Ahmadiyah: Mereka Bukan Muslim!

‘They are not Muslims’: A critical discourse analysis of the Ahmadiyya sect issue in Indonesia

This article examines discourse presentations of the Ahmadiyya sect (a self-defined sect of Islam) as created in texts produced by the Islamic Defender Front (Front Pembela Islam/the FPI).

The FPI considers Ahmadiyya to be a deviant sect because the sect recognises its founder, Mirza Ghulam Ahmad, as a new prophet of Islam after Prophet Muhammad. This teaching is in sharp contradiction to the belief of the majority of Muslims who believe that Muhammad is the seal of prophethood.

This study aims to reveal the discourse strategies employed and discourse topics presented by the FPI in its written and spoken texts when presenting Ahmadiyya. The data analysed are two speeches delivered and two articles written by the FPI’s chairman, Habib Rizieq Shihab.

The critical discourse analysis (CDA) theoretical framework employed in this study is based on Van Dijk’s ‘ideological square’, namely positive self- and negative other presentations.

The findings of the study reveal that Ahmadiyya is depicted negatively as ‘the non-believers of Islam’, ‘the hijacker of Islam’, ‘the enemy of Islam’, and ‘the traitor/betrayer of Islam’, while Shihab has portrayed the FPI as ‘the tolerant Islamic group’.

Andi Muhammad Irawan
Universitas Islam Makassar, Indonesia; University of New England, NSW, Australia

***

‘Mereka Bukan Muslim’: Analisis Wacana Kritis Isu Aliran Ahmadiyah di Indonesia

Artikel ini mengkaji wacana tentang Aliran Ahmadiyah yang dipresentasikan dalam narasi-narasi yang diproduksi oleh Front Pembela Islam (FPI).

FPI menganggap Ahmadiyah sebagai aliran sesat, karena aliran ini mengakui pendirinya, Mirza Ghulam Ahmad, sebagai nabi baru dalam Islam Islam setelah Nabi Muhammad. Ajaran ini sangat bertentangan dengan keyakinan mayoritas Muslim yang meyakini bahwa Muhammad adalah penutup para nabi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi wacana yang digunakan dan topik wacana yang disajikan oleh FPI dalam bentuk lisan maupun teks tertulis saat mempresentasikan Ahmadiyah. Data yang dianalisis adalah dua pidato yang disampaikan dan dua artikel yang ditulis oleh ketua FPI, Habib Rizieq Shihab.

Kerangka teori “analisis wacana kritis” yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada ‘kuadrat ideologis’ Van Dijk, yaitu presentasi diri positif dan presentasi negatif lainnya.

Temuan penelitian mengungkapkan bahwa Ahmadiyah digambarkan secara negatif sebagai ‘kafir’, ‘pembajak Islam’, ‘musuh Islam’, dan ‘pengkhianat Islam’, sedangkan Shihab menggambarkan FPI sebagai ‘kelompok Islam yang toleran’.[]

——————————————————-
Klik di sini untuk mengakses artikel di atas
——————————————————-

Comment here