Satu-satunya pos penerima zakat (asnaf) di luar pos untuk orang-orang yang memerlukan bantuan yang dikarenakan berbagai macam alasan, adalah orang-orang yang berjuang di jalan Allah (jihad fi sabilillah). Pada umumnya, orang yang berjihad fi sabi
SelengkapnyaApa yang kami terangkan sampai di sini hanyalah mengenai puasa ditinjau dari segi lahiriahnya saja. Tetapi sebagaimana kami terangkan di muka, puasa itu berintikan nilai moral dan rohani, dan aspek ini amat ditekankan oleh Qur’an Suci dan Hadits Nab
SelengkapnyaKata i’tikaf berasal dari kata ‘akafa artinya “senantiasa berkemauan kuat untuk menetapi sesuatu atau setia kepada sesuatu” (LL). Secara harfiah, kata i’tikaf bermakna tinggal di suatu tempat. Tetapi dalam terminologi syariat Islam, kata i’tikaf
SelengkapnyaLailatul Qadar adalah sebutan khusus bagi salah satu malam di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Kata lail atau lailah artinya malam hari, sementara kata qadar makna aslinya ukuran. Namun demikian, biasanya Lailatul Qadar diterjemahkan seba
SelengkapnyaSekalipun makan sahur itu tidak wajib, tetapi hal ini ditekankan secara khusus oleh Nabi Suci. Bahkan, Nabi Suci menyebutnya sebagai sumber berkah Tuhan. Karena dengan makan sahur, orang lebih dapat menahan kesukaran puasa. Nabi Suci bersabda, “Maka
SelengkapnyaDalam terminologi Islam, zakat artinya adalah sedekah wajib. Kadang-kadang juga, dalam hadits, zakat hanya disebut shadaqah. Istilah zakat berasal dari kata zaka, artinya “tumbuh dengan subur.” Makna lain dari kata zaka, seperti halnya digun
SelengkapnyaMenurut Islam, puasa terutama sekali dilakukan untuk melatih disiplin rohani atau spiritual. Dalam setidaknya dua ayat, yakni QS 9:112 dan 66:5, Qur’an Suci menyebut orang yang berpuasa sebagai musafir rohani (saih). Istilah saih ini berasal
SelengkapnyaBerbuka puasa dalam istilah bahasa Arab disebut ifthar, berasal dari kata fathara, yang artinya "membelah sesuatu menurut panjangnya" (R). Adapun segala sesuatu yang membatalkan puasa disebut mufthirat, jamaknya kata mufthirah. Ada tiga mufthirat
SelengkapnyaOrang yang berkewajiban menjalankan puasa, menurut Qur’an Suci, adalah dia “yang menyaksikan datangnya bulan Ramadan (man syahida minkumusy-syahra, QS 2:185).” Kata syahid dalam ayat ini adalah isim mashdar (kata dasar) dari kata syahadah (bersa
SelengkapnyaShalat Tarawih saat sekarang ini biasa dilakukan oleh umumnya umat Islam selama bulan Ramadhan. Dikerjakan secara berjamaah sesudah Shalat Isya. Ada yang mengerjakannya sejumlah 8 rakaat, ada pula yang mengerjakan 20 rakaat, plus 3 rakaat Shalat
Selengkapnya