Kolom

Tenaga Gendam

Sering ada berita di surat kabar, bahwa orang “dicablek” menjadi tidak sadar dan uang sekian juta yang dibawa diberikan begitu saja kepada yang “nyablek”. Dikatakan bahwa orang telah terkena GENDAM.

Ternyata gendam dapat juga tejadi lewat telepon. Ada seorang ibu di rumah, suami di tempat kerja, ibu mendapat telpon dari seorang yang tak dikenal, mengabarkan bahwa suami mengalami kecelakaan karena menabrak orang, keduanya di rumah sakit dan perlu uang, supaya diberikan lewat penelpon.

Si Ibu menjawab “Dapat saya hanya memberi sekian juta”. Dijawab “Kurang, sebab yang ditabrak mati”. Sang ibu berseru “Astaghfirullah Al-Adhim” dan amat terkejut, bahwa ia sekonyong-konyong sadar telah kena pengaruh gaib, yang ternyata pudar setelah seruan Istighfar.

Segera ia menelpon suami. Ternyata suami selamat-selamat saja, tidak terjadi apa-apa. Maka ibu tadi telah terhipnosa, bahkan lewat telepon. Jadi tenaga gendam dapat disalurkan lewat telepon. Namun perlu diperhatikan dan diingat oleh siapapun, bahwa pengaruh gendam dapat pudar oleh ISTIGHFAR. Alhamdulillah.

Itulah sebabnya manusia perlu membiasakan diri untuk istighfar setiap saat, yaitu jika tidak sedang bersalat atau tidak sedang berdikir, agar supaya istighfar dapat menjadi seruan yang REFLEKS pada saat-saat Tuhan diharapkan untuk segera campur tangan memberesi situasi, dimana manusia tak dapat segera bereaksi.

Ada orang-orang yang biasa menyeletuk “Lailaha illallah” jika tersandung,  ada yang “jabang bayi”, ada lagi yang “aduh yung”. Namun rupa-rupanya yang telah terbukti efisien ialah istighfar, lengkapnya ASLAMA DAN ISTIGHFAR. Maka insya Allah aslama dan istighfar sudah menjiwa dimiliki orang.

Istighfar bisa bermacam makna, bisa berarti “mohon diampuni oleh Tuhan kelalaian, kekurangan, kekhilafan, dosa manusia,” atau “mohon disucibersihkan kalbu dari karat-karat yang mengotorinya oleh kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh manusia.” (QS 83:14). Atau bisa juga bermakna “mohon perlindungan Tuhan, umpama terhadap berbuat dosa.” Maka Nabi SAW beristighfar meskipun tidak berdosa.

Istighfar bisa pula bermakna “mohon disempurnakan cahayanya.” Maka mereka yang di surga, meskipun sudah diampuni dosa-dosanya, masih saja beristighfar (QS 66:8).  Bahkan istighfar juga bisa bermakna “mohon kesejahteraan” (QS 71:10-12). atau “mohon punya anak” (QS 71:10,12).

Maka manusia yang sudah dibentuk oleh aslama dan istighfar, insya Allah telah mempunyai kesadaran yang amat tinggi terhadap daya istighfar yang demikian besarnya itu. Insya Allah itulah awal dapat tumbuhnya IMAN DI KALBU yang sudah suci bersih, yang bakal ditandai dengan salatnya khusyuk (QS 23:1,2).

Gendam, tenung, santet, yang menjadi keahlian kaum Quraisy, tak pernah mampu untuk mencelakakan Nabi Besar SAW, bahkan dapat terpantul membalik mengenai si pengirim. Itulah perlindungan Tuhan sebagai dayanya ASLAMA DAN ISTIGHFAR.

Aslama dan istighfar ialah awalnya agar supaya Tuhan menggores iman di kalbu manusia, sebab “Iman belum masuk di KALBU sebelum manusianya aslama” (QS 49:14).

Kiranya banyaklah manusia Islam yang belum beriman di kalbu, maka dari itu umat selalu mengalami musibah yang bertubi-tubi. Padahal tanpa iman tak bakal TAQWA dapat datang. Tanda iman di kalbu ialah jika salat khusyuk, tanda taqwa ialah kabar-kabar baik di dunia ini dan di akhirat nanti (QS 10:62-64).

 

Penulis : Mardiyono

Comment here