The first Dutch Qur’an translation of the 20th century was authored by a young Javanese Muslim, Soedewo (1906–1971), and printed in Batavia in 1934 for an Indonesian audience. While criticized by some ulama for being an Ahmadiyya translation, it was
SelengkapnyaSaat saya berjumpa dengan seorang lkhwan dosen sejarah, ia protes kenapa di pengantar terjemah al-Qur'an sekarang ada yang dihilangkan. la bilang bahwa dulu ada satu kalimat yang menyebutkan bahwa 'Ahmadiyah memiliki peran dalam penerbitan dan pen
Selengkapnya