Para Pengikut dan Yang Bukan

Saya ulangi sekali lagi penjelasan saya bahwa janganlah saudara merasa puas karena telah berbai’at kepada saya hanya secara lahiriah saja. Amal lahiriah tak ada artinya jika tak disertai dengan perubahan batin. Allah melihat apa yang ada dalam batin

Selengkapnya

Hormatilah Qur’an Suci

Nasehat yang amat penting lagi ialah agar saudara jangan menjadikan Qur’an Suci sebagai Kitab yang ditinggalkan, karena di dalam Qur’an Suci terletak kehidupan saudara. Barangsiapa menghormati Qur’an Suci, ia akan dihormati di langit. Barangsiapa men

Selengkapnya

Berimanlah dan Bertawakallah

Ketahuilah saudara-saudara, bahwa menyatakan bai’at dengan lisan itu tiada artinya jika tak disertai dengan keteguhan hati untuk menetapi bai’at itu dalam segala keadaan. Hanya orang yang taat sajalah yang akan masuk dalam keluargaku, yang oleh Allah

Selengkapnya

Di Yogya, Pengajian Tahunan Ahmadiyah Dibubarkan

TEMPO.CO, Yogyakarta- Acara pengajian dan silaturahim nasional Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI), Jumat 13 Januari 2012 sore terpaksa dihentikan setelah didemo seratusan orang dari organisasi Islam. Pengajian dibubarkan tak lama setelah Wali Kota Yog

Selengkapnya

GAI dan Soal Ahmadiyah di Indonesia

Dalam kasus Jemaat Ahmadiyah Indonesia, menurut hemat kami, hal terbaik bagi penyelesaian permasalahannya adalah dengan melakukan proses hukum melalui pengadilan.  Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) oleh sebagian kalangan dituduh sebagai pelaku penodaa

Selengkapnya

Nabi Pamungkas dan Nabi Sekunder

Sebenarnya, jika para pengikut Ahmadiyah menyebut Mirza Ghulam Ahmad sebagai wali, atau ulama, atau mujaddid, pasti tidak akan ada masalah. Sayangnya, mereka lebih memilih bersitegang dengan ortodoksi Sunni dengan tetap menggunakan istilah “nabi” unt

Selengkapnya

Ahmadiyah

Mengapa saya ingat Bung Karno, Ahmadiyah, tahun 1936? Memang aneh bahwa saya harus mengutip surat tua itu untuk berbicara tentang “kemajuan dan kecerdasan” bagi umat Islam di Indonesia. Mungkin justru karena kedua hal itu makin dibiarkan terjerumus k

Selengkapnya

Belajar dari Sejarah Ahmadiyah

Mengapa Muhammadiyah masih bersikap toleran terhadap Ahmadiyah aliran Lahore? Menurut Herman Beck, itu terjadi karena organisasi tersebut dianggap tidak berbahaya serta bukan kompetitor dalam bidang dakwah, sosial, dan pendidikan. Itulah sebabnya, se

Selengkapnya

Menunggu pembaru bermandat

Ahmadiyah Lahore berniat lebih mempergencar da'wah. Barangkali sambil menunggu hadirnya pembaru yang lain, sebab ada pendapat bahwa Ghulam Ahmad - sang pembaru dan pendiri aliran tersebut sudah selesai peranannya di abad XV Hijriah ini. ----------

Selengkapnya