Sesudah rubrik tausiah yang berisi nasihat dari Mujaddid tentang hikmah penderitaan manusia dalam kehidupan beragama, pada kali ini Redaksi memuat tiga artikel, yang berisi materi ceramah dan presentasi dari para pembicara tamu di forum Jalsah Salana
SelengkapnyaPujji syukur ke hadirat Allah Ta’ala. Respon atas terbitnya kembali Fathi Islam amat baik. Antusiasme pembaca, dari warga GAI khususnya maupun yang lain, nyata benar dengan datangnya sumbang saran dan sedekah dana dari berbagai pihak. Atas kebaika
SelengkapnyaBerkenaan turut sertanya saya dalam acara Jalsah Salanah keluarga besar Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) tanggal 22-24 Desember 2013 di Yogyakarta, ingin rasanya saya berbagi cerita, sebagai oleh-oleh saya selama mengikutinya. Kecuali sebagai reuni
SelengkapnyaTernyata tidak saja orang orang jaman kita yang alergi dengan Ahmadiyah. Jaman sebelum kemerdekaan, issue mengenai Ahmadiyah sudah meramaikan suasana keagamaan saat itu. Ketika itu, seorang Soekarno dituduh sebagai anggota Jamaah Ahmadiyah. Dari pem
SelengkapnyaTulisan ini merupakan pengantar untuk buku biografi Dr. Djohan Effendy: Sang Pelintas Batas. Djohan adalah mantan Menteri Sekretaris Kabinet era Gus Dur, penulis pidato Presiden Soeharto, dan salah seorang tokoh pembaharuan Islam Indonesia. 2009 yang
SelengkapnyaKasus kekerasan terhadap Jemaat Ahmadiyah di Indonesia yang muncul dari waktu ke waktu, diakui atau tidak, tetap berdampak terhadap psikologis warga GAI pada umumnya –setidaknya karena kita disangka, atau malah menyangka diri, sebagai sama-sama pihak
SelengkapnyaTetapi pro dan kontra terhadap fikiran-fikiran Ahmadi, dengan asumsi pertama bahwa dari mereka banyak bisa diambil hal-hal yang elok, menunjukkan kedudukan ajaran ini dalam sejarah pemikiran Islam di Indonesia. Sesudah masuknya kitab-kitab dari Timur
Selengkapnya“Bukan onderbouw apa-apa. Kami ini muslim, dan menjadi muslim juga tidak berarti kami onderbouw Arab. Jadi kami memang tidak organisasi-sentris, tapi lslam-sentris. Kapan saja tidak diperlukan menyebut organisasi, dan cukup Islam saja, itupun bagi ka
SelengkapnyaKecil saja perkumpulan Ahmadiyah itu. Hanya 10 atau beberapa belas orang yang menyatakan bai’at (prasetia) pada tahun tersebut. Bahkan sekarang ketika anggota Muhammadiyah sudah berjumlah lebih setengah juta (SI pada 1918 sudah beranggota 800. 000 se
SelengkapnyaPersaudaraan Muhammadiyah dan Ahmadiyah bahkan lebih kelihatan tatkala beberapa pemuda Muhammadiyah kemudian dikirim ke Lahore. Mereka adalah Kyai Ma’sum almarhum (terakhir ikut gerombolan Kahar Muzakar), lantas Kyai Sabitun dari Wonosobo yang di bel
Selengkapnya