facebooklikebutton.co

Gerakan Ahmadiyah

Membela dan Menyiarkan Islam dengan Keindahan

ARTIKELMaklumat PB GAI

Sambutan Ketua Umum PB GAI Pada Jalsah Salanah Virtual Tahun 2020

Bismillahirrahmanirrahim
Nahmaduhu wanushalli ‘ala rasulihil karim
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang kami hormati, ketua, wakil ketua dan segenap anggota Majelis Amanah Organisasi GAI.
Yang kami hormati, ketua dan segenap anggota Dewan Pertimbangan PB GAI
Yang kami hormati, segenap pengurus PB GAI dan segenap pengurus Cabang GAI di berbagai daerah di Indonesia.
Yang kami hormati, semua anggota dan simpatisan GAI.

Pertama-tama, kami panjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt., berkat rahmat, berkah dan ridha-Nya, kita dapat mengikuti jalsah salanah tahun 2020 ini dengan tanpa ada aral yang melintang. Mengingat pandemi Covid-19 belum terkendali, maka jalsah tahun ini diselenggarakan secara daring, dengan media WhatsApp.
Shalawat dan salam semoga selalu Allah curahkan kepada teladan kita, yang mulia Nabi Muhammad saw.

Bapak/Ibu/Saudara sekalian yang kami hormati.
Selanjutnya, kami sebagai ketua umum PB GAI menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada segenap panitia jalsah, yang dengan ikhlas telah berkenan menyumbangkan waktu, tenaga, pikiran dsb. untuk penyelenggaraan jalsah ini, sehingga jalsah ini dapat berlangsung dengan baik.

Kami sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para Bapak/Ibu pengisi ceramah umum, materi pokok serta siraman rohani, yang telah berkenan memberikan ilmu, pandangan dan wawasannya yang sangat berharga, pada forum jalsah tahun ini.

Tidak lupa, kami sampaikan juga apresiasi dan terima kasih kepada segenap pengurus PB GAI, segenap pengurus Cabang GAI, seluruh anggota dan simpatisan GAI, yang dengan antusias mengikuti rangkaian acara jalsah ini.

Bapak/Ibu/Saudara sekalian yang kami hormati.
Tema jalsah tahun ini, “Implementasi Nilai-nilai Islam dalam Kultur Keindonesiaan.”

Akhir-akhir ini kita menyaksikan, tidak sedikit orang yang cenderung mudah melontarkan ujaran kebencian, kata-kata yang menyakitkan hati, dan menunjukkan sikap intoleransi kepada orang lain, baik secara langsung maupun lewat media digital. Ada beberapa orang, karena cuitan di akun twitternya yang mengandung kata-kata penghinaan dan pencemaran nama baik orang lain, yang melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), mereka terpaksa harus masuk penjara.

Ada juga orang-orang yang berniat membela agama dan nabi, tetapi dengan cara yang kontra produktif, dengan kekerasan yang menimbulkan rasa takut dan ngeri pada orang lain. Hal itu membuat orang lain berpikiran bahwa penganut agama itu kasar. Hal itu justru akan menodai keindahan agama itu sendiri. Kita juga mendengar atau membaca berita adanya beberapa pejabat yang berkhianat. Mereka melakukan kecurangan dan korupsi.

Setelah kita mengetahui semua peristiwa yang menimbulkan kegaduhan, kekecewaan dan keprihatinan yang mendalam akhir-akhir ini, marilah kita seluruh warga GAI berintrospeksi dan memperbaiki diri. Kita berupaya semaksimal mungkin menerapkan nilai-nilai Islam, seperti kejujuran, ketulusan, kesabaran, keadilan, kerukunan, simpati, syukur, toleransi dsb. dalam kebiasaan hidup kita.

Kita terus melangkah menunjukkan ciri khas keislaman kita persis seperti yang dikehendaki oleh Allah Ta’ala, yang diajarkan dalam Al-Quran, dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad saw., dan ditekankan kembali oleh Imam Zaman Hazrat Mirza Ghulam Ahmad. Marilah kita terus melakukan dakwah Islam dengan bijaksana, dengan teladan yang baik dan keindahan budi pekerti.

Bapak/Ibu/Saudara sekalian yang kami hormati.
Allah mengisyaratkan (dalam Q.S. 4:125), orang yang paling baik agamanya adalah orang yang berserah diri sepenuhnya kepada Allah, dan berbuat baik kepada orang lain. Ini ciri khas orang Islam yang dikehendaki oleh Allah, seperti disebutkan juga dalam Q.S. 2:112.

Menurut sabda Nabi Muhammad saw. (dalam Jami’at-Tirmidhi bab 40, hadis 22), orang Islam terbaik adalah orang yang dapat menjaga keselamatan orang Islam lainnya dari gangguan lisan dan tangannya. Dengan kata lain, orang Islam terbaik adalah orang yang tidak menimbulkan masalah dan kerugian pada orang Islam lainnya. Adapun orang beriman adalah orang yang tidak mengganggu keamanan jiwa dan harta sesama manusia.

Lebih lanjut Nabi Muhammad saw. menegaskan, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama manusia.” (HR. Ahmad).

Umar bin Khattab r.a. pernah menyatakan bahwa manusia sempurna adalah orang yang tidak membohongi, menyakiti dan merugikan siapa pun. Tidak membohongi, menyakiti dan merugikan orang lain termasuk akhlak mulia.

Di lingkungan kita ada ketimpangan, pelaksanaan ritual ibadah jauh lebih dominan daripada penampilan akhlak mulia. Ritual ibadah dimenangkan, sedangkan akhlak mulia dikalahkan. Padahal Allah mengutus para nabi, terutama Nabi Muhammad saw. tujuan utamanya untuk memperbaiki dan menyempurnakan akhlak manusia.

Mudah-mudahan kita bisa mengamalkan ajaran Islam secara proporsional. Nabi Muhammad saw. telah memberikan teladan kepada kita dalam hal pengendalian lisan. Anas bin Malik pernah bersumpah dan menyatakan bahwa dia menjadi pembantu Nabi Muhammad saw. selama 10 tahun. Tidak pernah Nabi Muhammad saw. mengatakan kata-kata yang kasar kepadanya. (Sahih Muslim, bab 43, hadis 70).

Kita sebagai manusia yang beragama Islam, perlu menyadari apa hakikat manusia dan agama. Untuk itu, dalam buku hasil karyanya, Paigham-i Sulh (Pesan Perdamaian), hlm. 2, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad menegaskan, “Bukanlah agama sejati, agama yang tidak mengajarkan dan menanamkan simpati atau belas kasih yang luas. Tidaklah pantas disebut manusia, seseorang yang tidak memiliki jiwa penuh belas kasih di dalam dirinya.

Tuhan kita tidak mendiskriminasi bangsa mana pun. Kekuatan yang Tuhan berikan kepada bangsa kuno India, juga Dia berikan kepada semua bangsa, bangsa Arab, Persia, Suriah, Cina, Jepang, Eropa dan Amerika.

Untuk semuanya, bumi Tuhan berfungsi sebagai lantai. Untuk semuanya, matahari, bulan dan bintang-bintang-Nya memberikan cahaya dan juga menjalankan fungsi lainnya. Semuanya mendapat manfaat dari udara, air, api, bumi dan benda-benda lain yang diciptakan oleh Tuhan. Semuanya menggunakan hasil bumi, gandum, buah-buahan, rempah-rempah dsb.

Cara Tuhan Yang berpandangan luas ini mengajarkan pada kita bahwa kita juga harus berbuat baik kepada seluruh umat manusia, tidak boleh berpikiran sempit atau membatasi simpati kita.”

Bapak/Ibu/Saudara sekalian yang kami hormati.
Selanjutnya kami laporkan secara singkat keadaan dan kegiatan PB GAI selama tahun 2020.

  1. Keadaan keuangan PB GAI tahun 2020.
  • Saldo Desember 2019 221.809.814
  • Pemasukan Januari – Desember 2020 Rp. 85.319.244
  • Pengeluaran Januari -Desember 2020 Rp. 66.294.079
  • Saldo Desember 2020 Rp. 240.834.979
  1. Kunjungan pengurus PB GAI ke Cabang GAI
  • Kunjungan ke GAI Cabang Kediri, untuk pengajian dan pelantikan pengurus baru GAI Cabang Kediri periode 2020 – 2023, pada 23 Februari 2020. Rombongan dari PB GAI: Bp. Suratman SP, , Bp. Mulyono, Bp. Yatimin, Bp. Marsetya, Bp. Suroso Raharjo dan Bp. Muslim.
  • Kunjungan ke GAI Cabang Wonosobo, untuk pengajian Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw. di Masjid Abdul Wahab, Tanjung Sari dan Masjid Baitul Makmur, Lengkong, pada 5 Maret 2020. Rombongan dari PB GAI: Bp. Jumanto, Bp. Mulyono dan Bp. Yatimin.
  1. Urusan Penerbitan dan Website
  • Agar semua buku terbitan GAI/DKI bisa didokumentasikan secara digital, untuk scanning
  • buku-buku tersebut, pada bulan Juni 2020 PB GAI telah membeli scanner khusus buku. Scanner itu sudah mulai difungsikan, operatornya Bp. Basyarat Asgor Ali.
  • Selain itu, Website PB GAI yang semula hosting space-nya hanya 1 Gb. pada bulan Agustus 2020 telah ditingkatkan menjadi unlimited.
  • Badan Urusan Penerbitan dan Website, selama tahun 2020 menerbitkan majalah Fathi Islam dua Edisi 01 terbit pada bulan April 2020. Edisi 02 terbit pada bulan Juli 2020. Untuk memenuhi biaya cetak dan distribusinya, setiap kali akan terbit diadakan pengumpulan donasi terbuka.
  • Pada bulan September 2020, juga diterbitkan buku Sentuhan Ruhani Seri 2, sebagai kelanjutan dari buku Sentuhan Ruhani (Seri 1) yang terbit pada bulan Desember 2019.
  1. Situs resmi GAI, www.ahmadiyah.org
  • Dengan sentuhan dari Bp. Basyarat Asgor  Ali, kontennya semakin variatif dan menarik. Mudah-mudahan bisa menjadi sarana dakwah. Untuk memperkaya ilmu dan  wawasan tentang Islam dan Ahmadiyah, selain kita dan terutama generasi muda Ahmadi bisa mengakses dari situs GAI, bisa juga membuka Situs resmi Ahmadiyya Anjuman Isha’at-i Islam  Lahore (AAIIL), www.aaiil.org
  • Bagi yang menginginkan video ceramah seputar Islam dan Ahmadiyah, dalam  berbagai bahasa, bahasa Inggris, Urdu, Belanda, dan Indonesia, bisa membuka ILAM Youtube Channel. ILAM (Islamic Lahore Ahmadiyya Movement) adalah channel Youtube yang dikelola oleh AAIIL pusat. Linknya sbb: http://bit.ly/ILAM_AhmadiyyaLahore

Bapak/Ibu/Saudara sekalian yang kami hormati.
Semoga dengan ridha Allah jalsah salanah tahun ini berlangsung dengan lancar dan bermanfaat untuk kebaikan hidup kita, di dunia dan akhirat.

Marilah Jalsah Salanah GAI tahun 2020 ini kita buka secara resmi dengan membaca Al-Fatihah.

Billahit taufiq wal hidayah
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Comment here