Raden Ngabehi Haji Minhadjurrahman Djojoseogito adalah seorang intelek ulama dan pahlawan tanpa tanda jasa, yang sebagian besar hidupnya digunakan untuk mengabdi kepada Allah melalui bidang pendidikan dan dakwah. Beliau hidup antara tahun 1889-1966,
SelengkapnyaBerita kematian Nabi saw. didengar para sahabat bagai halilintar di siang terik. Para sahabat tampak sukar menerima kenyataan bahwa Nabi yang mereka cintai, yang telah membawa perubahan begitu besar dalam kehidupan mereka, tiba-tiba meninggalkan mere
SelengkapnyaHazrat Mirza Ghulam Ahmad adalah Mujaddid abad ke-14 H (1250-1324 H/1835-1908 M). Beliau dilahirkan pada hari Jum’at, 14 Syawal 1250 H/13 Februari 1835. Lahir dari keluarga terhormat, Hazrat sebutan yang biasa diberikan kepada orang-orang suci
SelengkapnyaBagaimana mungkin aku terprovokasi untuk membenci orang Ahmadiyah, sementara aku sendiri sangat terbantu memahami Islam dari Ahmadiyah. Bukan karena kebetulan Tjokroaminoto, Agus Salim, Soekarno, Hatta, dan tokoh-tokoh besar lainnya – baik secara eks
SelengkapnyaMasyarakat Solo mengenal dengan baik sekolah Ahmadiyah. PIRI namanya. Sekolah yang maju. Sekolah itu menampung siswa dari berbagai kalangan masyarakat. Tidak hanya Ahmadiyah. Mungkin, sekolah itu sekarang masih ada. Dari sekolah itulah pertama kal
Selengkapnyatirto.id - Tak ada yang lebih membuat Djohan Effendi bersedih, kecuali pertentangan dan konflik atas nama agama di Indonesia. Di tanah kelahirannya, tempat ia tumbuh dan berkembang dalam spektrum identitas yang luas—termasuk keragaman di lingkup keya
SelengkapnyaHOS Tjokroaminoto merupakan tokoh nasional pejuang kemerdekaan dengan latar Islam. Tahun 1912 Sarekat Dagang Islam (SDI), sebuah lembaga koperasi yang menaungi para pedagang batik dari monopoli etnik China dalam perdagangan saat itu. Kesuksesan SDI m
SelengkapnyaBEBERAPA hari yang lalu saya mendapat surat “vlieg-post” (kilat pos) Kupang, dari Kupang ke Endeh dengan kapal biasa dari seorang kawan di Bandung, bahwa ‘Pemandangan’ telah memuat satu entrefilet bahwa saya telah mendirikan cabang Ahamdiyah dan menj
SelengkapnyaTulisan di bawah ini adalah kutipan sepenuhnya dari buku “Sang Pelintas Batas: Biografi Djohan Effendi" (hal. 45-49, 59-66, 80-82), yang ditulis oleh Ahmad Gaus AF, dan diterbitkan atas kerjasama ICRP dan Kompas, cetakan I September 2009. Di Tepi Ju
Selengkapnyatirto.id -- Polemik keras pernah menerpa internal Muhammadiyah pada kurun 1924-1929, atau tak lama usai K.H. Ahmad Dahlan wafat. Muhammadiyah saat itu diketuai K.H. Ibrahim, saudara ipar Ahmad Dahlan, yang didampingi Haji Fakhruddin, seorang organisa
Selengkapnya