JIB : Generasi Emas Intelektual Islam

Oleh : Beggy | Pegiat Jejak Islam untuk Bangsa Pada suatu malam tahun baru 1924, dalam sebuah kongres Jong Java, diusulkan untuk mengadakan pendidikan agama Islam bagi anggota Jong Java. Usul ini diajukan oleh Sjamsurizal, atau lebih dikenal denga

Selengkapnya

Selayang Pandang GAI di Kediri

Pada masa awal kepengurusan SWB Arifin, terbentuklah desa-desa binaan sebagai basis GAI di daerah sekitar Sungai Konto, di antaranya Desa Sekuning, Wangkalan, Jaban dan desa Pusuh. Kegiatan yang rutin diselenggarakan adalah Pengajian Tafsir Qur’an, b

Selengkapnya

Soedewo Parto Koesoemo (1906-1971)

Lahir di Jember pada Februari 1906, dan wafat di Jakarta pada bulan Ramadhan, 22 November 1971. Disemayamkan di Bogor. Sedari kecil, Soedewo dididik dalam suasana pendidikan Belanda. Pendidikan yang ditempuh: HIS (1919), Kwekschool (1923), Hogore

Selengkapnya

Ahmadiyah: sebuah titik yang dilupa (4)

“Bukan onderbouw apa-apa. Kami ini muslim, dan menjadi muslim juga tidak berarti kami onderbouw Arab. Jadi kami memang tidak organisasi-sentris, tapi lslam-sentris. Kapan saja tidak diperlukan menyebut organisasi, dan cukup Islam saja, itupun bagi ka

Selengkapnya

Mahmud Lamako Latjuba (1909 – 1975)

Mahmud Lamako Latjuba adalah salah satu pendiri Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI). Lahir pada tanggal 2 Mei 1909 di Una-una, Sulawesi Tengah. Beliau adalah anak keturunan Arab yang sudah sejak lama bermukim di nusantara. Sejak muda, Latjuba me

Selengkapnya

Ahmadiyah

Mengapa saya ingat Bung Karno, Ahmadiyah, tahun 1936? Memang aneh bahwa saya harus mengutip surat tua itu untuk berbicara tentang “kemajuan dan kecerdasan” bagi umat Islam di Indonesia. Mungkin justru karena kedua hal itu makin dibiarkan terjerumus k

Selengkapnya

Jejak Tafsir Kaum Ahmadi

Karya terjemahan Muhammad Ali dicerca tapi juga dipakai sebagai rujukan. Oleh: BUDI SETIYONO RUMAH tinggal Mirza Wali Ahmad Baig, mubaliq Ahmadiyah Lahore, menjadi tempat bertemu orang-orang Muhammadiyah, khususnya anak-anak muda. Mereka terutama b

Selengkapnya

Tan Malaka dan Ahmadiyah

"Meskipun banjir ombak asik dalam sanubari saja dimasa usia pancaroba dilondong hanyutkan sampai sekarang terus dihilirkan oleh kejadian 1917 perhatian saya tehadap Islam terus berjalan. Pengertian yang masih saya ingat dari tafsir Qur’an itu, tentul

Selengkapnya