Kemuliaan Quran Syarif hampir hilang di kalangan umat Islam. Orang-orang Syi'ah lebih mengutamakan perkataan para imam mereka. Para pengikut Ahlul Hadits menjadikan hadis sebagai hakim terhadap Quran Majid. Maulwi Abdullah Chakkaralwi bersikap taf
SelengkapnyaUntuk menyelamatkan diri dari dosa, hendaklah ada rasa takut Ilahi (takut pada Allah) yang tertanam dalam hati. Apabila hal ini bisa terwujud, maka Allah Ta'ala akan memberikan taufik atau pertolongan. Selain itu, cinta Ilahi (cinta pada Allah) j
SelengkapnyaOrang yang tidak memahami bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, tidak bisa merasakan nikmatnya iman kepada Allah Ta'ala. Allah bisa menurunkan berkah pada segala sesuatu. Apabila para hamba-Nya bisa sukses, maka tidak mungkin Dia sendiri tidak
SelengkapnyaAllah Ta'ala telah menganugerahkan potensi pada setiap manusia untuk bisa menerima wahyu dan ilham. Sebab jika potensi ini tidak ada pada manusia, maka argumen saja tidak cukup. Karena itu, siapapun nabi yang datang, untuk mengerti kenabian, wahyu, d
SelengkapnyaIngatlah, jemaat kita bukan untuk perkara seperti yang dilakukan penggemar hal-hal duniawi umumnya. Yaitu hanya mengatakan, "Kami masuk dalam jemaat ini," dan tidak menganggap penting amal nyata. Seperti keadaan sebagian orang Islam. Apabila mereka d
Selengkapnya"Dan mohonlah pertolongan dengan sabar dan salat." (Al Baqarah, 2:153). Shalat adalah doa yang dipanjatkan dengan khusyu', antara lain melalui bacaan tasbih, tahmid, taqdis, istighfar, dan shalawat. Tetapi ketika engkau shalat, janganlah hanya mem
SelengkapnyaMelalui amaliah sunnahnya, Rasulullah Muhammad saw. telah menunjukkan kepada kita bahwa hidup dan mati beliau seluruhnya dipersembahkan untuk Allah Ta’ala semata. Lain halnya dengan umat Islam sekarang ini. Bagaimana mungkin mereka dapat dikatakan
SelengkapnyaTak diragukan lagi bahwa para pendusta akan sangat cepat mengalami kehancuran. Orang yang berkata bahwa dirinya adalah utusan Allah dan dimuliakan dengan menerima ilham dan kalam Allah, padahal kenyataannya bukan utusan Allah dan tak menerima ilham d
SelengkapnyaManusia yang Allah beri fitrah baik dan suci, serta kemampuan alamiah yang baik, tidak membutuhkan banyak kata-kata. Dengan satu isyarat saja dia bisa mengerti maksud sebenarnya. Sebaliknya, manusia yang tak menjaga dan menggunakan fitrah dan kemampu
SelengkapnyaAda dua macam manusia. Pertama, manusia yang percaya adanya Tuhan. Kedua, manusia yang tidak percaya adanya Tuhan, atau yang disebut ateis. Meski demikian, pada sebagian orang yang percaya pada Tuhan (Allah), ada semacam urat nadi ateisme. Karena
Selengkapnya