Dalam situasi pemerintah yang tidak tegas, suara keras dari kelompok kecil pun bisa membuat bingung masyarakat akan bersikap bagaimana. Jelas telah terjadi penganiayaan sekelompok minoritas yang tidak berdaya, namun kasusnya tidak dipecahkan. Oleh:
SelengkapnyaOleh: Ki Waras Jagat Pakuan | rajapena.org | Amin Jamaluddin, seorang aktifis Islam radikal dari LPPI menuduh bahwa Ahmadiyah telah membajak Al-Qur’an dan mengacak-acaknya. Bagi seorang Muslim yang beriman kepada Al-Qur’an, khusunya Surah Al-Hijr
SelengkapnyaHari ini, 13 Februari, adalah hari kelahiran pendiri Jemaat Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad. Macam apa kiranya sosok yang memiliki pengikut di banyak negara, termasuk Indonesia, dan telah memicu kontroversi sebagian umat Islam di negeri kita
SelengkapnyaKlaim kenabian atau, apalagi, kerasulan, akan menimbulkan masalah dalam masyarakat, karena logika setiap klaim kenabian atau kerasulan tentu menuntut kepada setiap orang untuk menerima, membenarkan dan "beriman" kepada pengaku itu. Oleh: Nurcholish
SelengkapnyaUntuk memperingati Hari Ulang Tahun yang ke-90, komunitas Kolese St. Ignatius (Ignatius House of Studies – IHS atau Kolsani) menyelenggarakan sarasehan bertajuk “Beriman dalam Tantangan Radikalisme Agama” (Perspektif Kaum Muda Lintas Agama – Kelompok
SelengkapnyaLebih dari itu, tokoh GAI R. Sudewo Parto Kusumo (1905-1970) sangat berjasa secara intelektual dan spritual dalam mengkader kaum muda muslim terpelajar yang tergabung dalam Jong Islamitenbond (JIB), dan juga masih banyak tokoh GAI dan JAI yang kemudi
SelengkapnyaTetapi pro dan kontra terhadap fikiran-fikiran Ahmadi, dengan asumsi pertama bahwa dari mereka banyak bisa diambil hal-hal yang elok, menunjukkan kedudukan ajaran ini dalam sejarah pemikiran Islam di Indonesia. Sesudah masuknya kitab-kitab dari Timur
Selengkapnya“Bukan onderbouw apa-apa. Kami ini muslim, dan menjadi muslim juga tidak berarti kami onderbouw Arab. Jadi kami memang tidak organisasi-sentris, tapi lslam-sentris. Kapan saja tidak diperlukan menyebut organisasi, dan cukup Islam saja, itupun bagi ka
SelengkapnyaKecil saja perkumpulan Ahmadiyah itu. Hanya 10 atau beberapa belas orang yang menyatakan bai’at (prasetia) pada tahun tersebut. Bahkan sekarang ketika anggota Muhammadiyah sudah berjumlah lebih setengah juta (SI pada 1918 sudah beranggota 800. 000 se
SelengkapnyaPersaudaraan Muhammadiyah dan Ahmadiyah bahkan lebih kelihatan tatkala beberapa pemuda Muhammadiyah kemudian dikirim ke Lahore. Mereka adalah Kyai Ma’sum almarhum (terakhir ikut gerombolan Kahar Muzakar), lantas Kyai Sabitun dari Wonosobo yang di bel
Selengkapnya