Akademika

Diksi dan Gaya Bahasa Gerakan Ahmadiyah Dalam Mengklarifikasi Tuduhan Sesat Terhadapnya

girl using smartphone writing in notebook
  • Judul Skripsi
    Diksi dan Gaya Bahasa Penulisan Opini Pada Situs www.ahmadiyah.org Dalam Mengklarifikasi Tuduhan Sesat Ajaran Ahmadiyah. 
  • Penyusun
    Tinwarotul Fathonah | Jurusan Komunikasi & Penyiaran Islam Fak. Dakwah & Komunikasi UIN Walisongo
  • Terbit Tahun 2014

Makna suatu kata ditentukan oleh konstruksi kalimat atau kelompok kalimat, dan sebaliknya rangkaian kalimat mengandung makna yang tergantung pada konstruksi dari diksi dan gaya bahasa penulisannya.

Fokus penelitian ini adalah artikel-artikel pada website www.ahmadiyah.org yang menjelaskan klarifikasi tuduhan sesat ajaran Ahmadiyah oleh Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI).

Pemilihan www.ahmadiyah.org dilakukan karena sepuluh tahun keberadaan website resmi GAI tidak membuat Ahmadiyah lepas dari anggapan sesat. Peran tulisan pada website menjadi kunci utama dalam menyampaikan pesan klarifikasi.

Penelitian ini ingin menjawab pertanyaan: (1) bagaimana penggunaan jenis diksi (2) gaya bahasa penulisan opini pada situs
www.ahmadiyah.org, dan (3) bagaimana diksi dan gaya bahasa tersebut mengkonstruksi pesan klarifikasi tuduhan sesat ajaran Ahmadiyah.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan analisis stilistika.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa opini pada www.ahmadiyah.org lebih banyak menggunakan diksi khusus, denotatif, abstrak, ilmiah, baku. Adapun gaya bahasa opini www.ahmadiyah.org didominasi gaya bahasa repetisi, klimaks, persamaan, metafora, dan pertanyaan retoris.

Penggunaan diksi dan gaya bahasa tersebut untuk menekankan pesan klarifikasi dan menghasilkan efek keindahan agar menarik dibaca. Penulis opini menyampaikan pesan klarifikasi kepada pembaca dengan memanfaatkan penggunaan variasi diksi dan gaya bahasa,
sehingga tulisan menjadi lebih hidup serta menghindari hal-hal yang bersifat monoton.

Pesan klarifikasi tersebut disampaikan secara tersurat menggunakan diksi khusus, diksi denotatif, dan juga gaya bahasa retoris; dan tersirat melalui diksi konotatif, diksi indria, diksi umum dan gaya bahasa kiasan.

Penggunaan diksi dan gaya bahasa opini pada situs www.ahmadiyah.org lebih banyak dikonstuksi untuk menyampaikan pesan secara tersirat dengan tidak menyebutkan pesan secara langsung untuk mengklarifikasi tuduhan sesat ajaran Ahmadiyah.

Comment here