facebooklikebutton.co

Ahmadiyah Lahore & Revivalisme Islam di Indonesia

Ada dua hal utama yang disampaikan Prof. Najib dalam presentasinya. Yakni tentang kontribusi Ahmadiyah Lahore terhadap revivalisme atau kebangkitan Islam di Indonesia, terutama pada abad ke-20, dan bagaimana kemudian kontribusi itu berkompetisi atau bersaing dengan reformasi atau revivalisme yang dikembangkan oleh mereka yang belajar dari Timur Tengah.

Menurutnya, di awal abad ke-20, ada tiga epicentrum revivalisme atau kebangkitan Islam. Yang pertama di Mesir, melalui Universitas Al-Azhar-nya. Yang kedua di Saudi Arabia, dengan Mekah dan Madinah-nya. Dan yang ketiga adalah di India.

Di Mesir tokohnya antara lain Rashid Ridla, Muhammad Abduh, dan Al-Afghani. Di Mekah dan Madinah, terutama sejak tahun 1924, adalah Gerakan Wahabi. Nah, menurutnya lagi, orang banyak yang tidak tahu bahwa ada episentrum lain dari bumi India, yang juga menggagas reformasi Islam.

Presentasi dalam video ini disampaikan Prof. Najib dalam rangkaian acara Jalsah Salanah Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) pada tanggal 24 Desember 2013 di Yogyakarta.

Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A., M.Sc., Ph.D saat ini adalah Profesor Riset di Lembaga Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bidang Agama dan Tradisi Keagamaan.

Teks/Naskah Transkripsi dalam video ini bisa dibaca di www.ahmadiyah.org dengan judul yang sama.