facebooklikebutton.co

Tag Archives: tempo

Ahmadiyah: Sebuah titik yang dilupa (5)

Tetapi pro dan kontra terhadap fikiran-fikiran Ahmadi, dengan asumsi pertama bahwa dari mereka banyak bisa diambil hal-hal yang elok, menunjukkan kedudukan ajaran ini dalam sejarah pemikiran Islam di Indonesia. Sesudah masuknya kitab-kitab dari Timur Tengah di akhir abad 19, yang menumbuhkan perkumpulan-perkumpulan tajdid (pembaharuan) seperti Muhammadiyah dan lain-lain, dan sebelum ... Read More »

Ahmadiyah: sebuah titik yang dilupa (4)

“Bukan onderbouw apa-apa. Kami ini muslim, dan menjadi muslim juga tidak berarti kami onderbouw Arab. Jadi kami memang tidak organisasi-sentris, tapi lslam-sentris. Kapan saja tidak diperlukan menyebut organisasi, dan cukup Islam saja, itupun bagi kami tidak menjadi soal.” Sumber: Majalah Tempo | Nomor 29, 21 September 1974 Untuk Ahmadiyah Qadian, ... Read More »

Ahmadiyah: sebuah titik yang dilupa (3)

Bisa disimpulkan bahwa, seperti dinyatakan tokoh-tokoh Ahmadiyah sendiri, mereka yang menyatakan bai’at dan masuk organisasi adalah orang-orang yang dengan sendirinya bersedia menjadi aktivis yang bisa juga berbentuk da’wah pribadi. Sumber: Majalah Tempo | Nomor 29, 21 September 1974 Kongres Muhammadiyah diadakan tahun itu juga di tempat yang sama. Sidang selain ... Read More »

Ahmadiyah: Sebuah titik yang dilupa (2)

Persaudaraan Muhammadiyah dan Ahmadiyah bahkan lebih kelihatan tatkala beberapa pemuda Muhammadiyah kemudian dikirim ke Lahore. Mereka adalah Kyai Ma’sum almarhum (terakhir ikut gerombolan Kahar Muzakar) lantas Kyai Sabit dari Wonosobo yang di belakang hari menjadi aktivis PKI dan Jumhan, putera KHA Dahlan sendiri. Putera pendiri Muhammadiyah ini yang di tanah ... Read More »

Ahmadiyah: Sebuah titik yang dilupa (1)

Di kalangan muslimin Indonesia sekarang Ahmadiyah kurang-lebih hanya menduduki tempat pengenalan samar-samar. Mereka tahu ada Ahmadiyah Qadian dan ada Ahmadiyah Lahore. Bedanya tak begitu jelas tapi yang pasti Ahmadiyah Qadian meyakini Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908) sebagai Nabi — meskipun hanya Nabi yang menghidupkan kembali ajaran Rasulullah Muhammad S.A.W. dan bukan ... Read More »

Ahmadiyah

Mengapa saya ingat Bung Karno, Ahmadiyah, tahun 1936? Memang aneh bahwa saya harus mengutip surat tua itu untuk berbicara tentang “kemajuan dan kecerdasan” bagi umat Islam di Indonesia. Mungkin justru karena kedua hal itu makin dibiarkan terjerumus ke dalam “sektarisme”. Oleh: Goenawan Mohamad | Tempo, 02 Agustus 2010 Pada suatu hari ... Read More »