facebooklikebutton.co
ARTIKEL

MAULID NABI MUHAMMAD SAW.

Dalam memperingati kelahiran Nabi Suci Muhammad saw., sudah pada tempatnya apabila kita merenungkan perjuangan beliau dalam menegakkan kebenaran dan melawan kebatilan, sebagai manifestasi imannya kepada Allah SWT. Nabi Suci telah berjuang menegakkan kalimah Allah, sehingga Allah memberikan beliau kemenangan dunia dan akhirat.

Nabi Suci berhasil menundukkan dunia dan mencapai kemenangan hanya dengan keimanan kepada Allah semata-mata. Beliau berjuang dengan tekun dan rendah hati, dengan budi pekerti yang luhur, dengan penuh kasih sayang terhadap sesama manusia dan dengan keikhlasan berkorban berdasar Iman kepada Allah semata-mata.

Di antara orang-orang yang paling mengetahui akan peri kehidupan Nabi Suci sampai yang sekecil-kecilnya adalah Siti ‘Aisyah. Tatkala beliau ditanya tentang budi pekerti Nabi Suci, beliau menjawab: “Budi pekerti Nabi Suci adalah Qur’an”. Ini berarti, bahwa Nabi Suci memiliki semua budi pekerti utama yang disebutkan dalam Qur’an Suci. Qur’an berfirman sebagai berikut: “Dan sesungguhnya engkau benar-benar mempunyai akhiak yang tinggi.” (Al-Qalam 68:4).

Nabi Suci adalah orang yang paling sederhana dan paling jujur. Beliau mencintai sekali para sahabat beliau. Nabi Suci selalu bemurah hati, sekalipun terhadap musuh-musuh beliau. Dalam mengadili perkara, Nabi Suci selalu bertindak adil. Kawan dan lawan semuanya dianggap sama. Dalam pergaulan sehari-hari, beliau tidak pernah menempatkan diri lebih tinggi dari lainnya.

Kedermawanan Nabi Suci tidak ada bandingannya. Beliau tidak pernah membiarkan para pengemis pergi tanpa menerima apapun dari beliau. Beliau memberi makan kepada orang lapar sekalipun beliau sendiri tidak makan.

Sekalipun Nabi Suci andap asor dan lemah lembut, namun beliau seorang yang paling berani di antara orang-orang yang berani. Beliau tidak pernah gentar menghadapi musuh. Bahkan pada waktu orang-orang Makkah berusaha membunuh beliau, beliau siang malam pergi sendirian tanpa merasa takut sedikit pun.

Kesucian dan kejujuran Nabi Suci sudah terkenal di seluruh tanah Arab. Berkali-kali musuh mengakui, bahwa beliau tidak pernah berdusta. Sekali beliau berjanji, pasti akan ditepatinya, sekalipun mahal tebusannya dan harus mengorbankan apa saja.

Demikianlah sekelumit contoh-contoh budi pekerti luhur junjungan kita, Nabi Suci Muhammad saw. sebagai contoh teladan yang paling baik yang harus diikuti oleh seluruh umat Islam. Qur’an berfirman sebagai berikut: “Sesungguhnya kamu mempunyai dalam diri Rasulullah teladan yang paling baik (Al-Ahzab 33:21)

Adalah kurang sempurna dalam memperingati kelahiran Nabi Besar Muhammad saw. ini, kalau kita tidak menguraikan sukses yang telah dicapai oleh beliau dalam menyelesaikan revolusi dalam satu generasi. Revolusi yang tidak saja menyangkut bidang sosial politik, melainkan pula menyangkut semua segi kehidupan manusia, bangsa dan negara. Beliau juga telah berhasil melaksanakan pembangunan dalam bidang material, intelektual, moral dan spiritual. Nabi Muhammad saw. memecahkan problem-problem besar, misalnya masalah perang, kedudukan wanita, minuman keras, perjudian, perzinaan, dan sebagainya.

Nabi Suci Muhammad saw. mengajarkan bahwa Tuhan adalah suatu realitas, bukan suatu khayalan yang menyesatkan. Beliau mengikutsertakan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, seakan-akan manusia melihat-Nya, berbicara kepada-Nya dan mohon dicukupi kebutuhannya seperti nereka lakukan terhadap orang tua mereka yang penuh kasih sayang.

Nabi Muhammad saw. mengajarkan kesadaran adanya Allah seakan-akan Tuhan itu berhadap-hadapan dengan manusia. Bagi kaum Muslimin Tuhan itu dekat sekali, bahkan lebih dekat dari urat leher (Qaf 50:16). Memang kaum Muslimin pada zaman Nabi Muhammad saw. tenggelam dalam Tuhan. Mereka hidup dan bergerak dalam Tuhan semata-mata.

Nabi Muhammad saw. mendekatkan manusia kepada Allah tanpa perantaraan pendeta. Beliau benar-benar menghapus sistem kependetaan dari agama, dan menjadikan agama melulu urusan pribadi orang seorang langsung kepada Allah. Nabi Muhammad saw. menyapu bersih segala macam tahayul.

Islam selalu menyuruh orang menggunakan akal pikiran dan melarang tunduk saja seperti budak. Islam tidak menindas pikiran perorangan yang benar. Nabi Muhammad saw. memper-satukan iman dan amal (perbuatan) dan memperlihatkan bahwa iman dan amal sekali-kali tidak dapat dipisahkan sebagaimana pohon dan akarnya. Iman dan amal adalah unsur-unsur yang wajib ada dalam proses yang sama.

Nabi Muhammad saw. memandang anak kecil suci. Beliau berjabatan tangan dengan anak kecil, dan beliau tidak menarik tangannya lebih dahulu kalau belum dilepaskan. Beliau memondong anak kecil dan mencium mereka. Beliau tidak berkata, biarlah anak-anak kecil datang padaku, tetapi beliau sendiri datang di tengah-tengah mereka.

Sebelum Nabi Muhammad saw. datang, semua agama di muka bumi praktis mati lemas karena penuh upacara yang tidak berarti. Nabi Muhammad saw. menjadikan agama sejalan dengan kehidupan, yaitu hal yang harus dipraktekkan, bukan hanya dipercakapkan saja. Agama meminta perhatian pikiran dan hati. Beliau membuat agama menjadi sederhana dan masuk akal, sehingga orang yang inteleknya rendah dapat mengerti dengan mudah.

Nabi Muhammad saw. adalah guru pertama yang menekankan budi pekerti dan perkembangan ruhani sebagai tujuan semua agama. Nabi Muhammad saw. meletakkan ajaran jihad di tempat yang sebenarnya, dan mngajarkan, bahwa jihad bukanlah untuk membela agama semata-mata, melainkan jihad adalah melambangkan perjuangan melawan hawa nafsu rendah.

Demikian pula ibadah bukanlah tujuan. Ibadah hanyalah sarana untuk mencapai tujuan, yaitu memperkembangkan batin manusia dengan jalan berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Sempurna. Menurut ajaran Nabi Muhammad saw. hubungan dengan Tuhan adalah memperkembangkan ruhani manusia menurut garis-garis yang benar dengan mengamalkan dan mempraktekkan dasar budi pekerti yang baik.

Agama Islam telah menghasilkan ribuan manusia yang dapat menerima sabda Tuhan. Nabi Muhammad saw. menekankan kepada setiap orang untuk mempunyai rasa tanggung jawab atas segala perbuatannya, sehingga dengan demikian beliau memberi pukulan mati terhadap ajaran perantaraan dan penebusan dosa.

Nabi Muhamnad saw. meletakkan dasar perdamaian universal dengan mewajibkan kepada pengikut-pengikut beliau supaya mengimankan dan menghormat semua nabi dan semua utusan segala agama, seperti Budha, Rama, Musa, Yesus, dan lain-lain. Karena pengaruh agama, maka seorang Muslim tak pernah mencela Yesus, sedangkan banyak dari golongan agama lain mencerca dan memaki-maki Nabi Muhammad saw.

Tuhan agama Kristen dianggap sebagai dewa di langit. Ia adalah manusia biasa dengan segala kelemahannya. Ia pula berwujud manusia dalam badan jasmani dan menderita sakit sebagai manusia biasa. Bahkan ia dipukul musuhnya sampai dipaku pada tiang salib.

Tetapi Tuhan Nabi Muhammad saw. adalah Sempurna dan Maha Tinggi. Dia bebas dari segala kekurangan dan cacat. Tuhan Nabi Muhammad saw. dapat dimengerti dan diinsyafi dan dapat dinyatakan oleh pengalaman-pengalaman manusia dan dencan mempelajari alam yaitu karya Allan tempat dipantulkannya sifat-sifat itu. Tuhan Nabi Muhammad saw. adalah Tuhan yang dicintai dan ditakuti sebagai bapak yarg penuh kasih sayang, suatu kepercayaan hidup kepada Tuhan yang pasti berreaksi atas kehidupan moral orang yang percaya.

Nabi Muhammad mengajarkan, bahwa hidup menjauhkan diri dari dunia dan godaan-godaannya bukanlah perbuatan utama. Beliau mengajarkan bahwa untuk membabarkan semua kekuatan yanq terpendam dalam diri manusia dan mencapai kehidupan akhlak, orang harus berani berkelahi melawan godaan-godaan dan menaklukkannya. Hidup adalah perjuangan melawan kejahatan, sedangkan kejahatan itu tak ada putus-putusnya.

Pendidikan, Pelajaran dan Ilmu Pengetahuan

Hanya beberapa tahun saja setelah berdirinya Islam, timbul sekolah-sekolah, madrasah-madrasah dan universitas-universitas di Asia, Eropa, dan Afrika. Nabi Muhammad saw. mewajibkan setiap orang Islam, pria dan wanita, untuk mencari ilmu. “Tuntutlah ilmu walaupun itu ke Negeri Cina”, “Carilah ilmu mulai dari ayunan hingga masuk liang kubur”.

Nabi Muhammad saw. memberikan dorongan kepada manusia untuk mengadakan riset dan penyelidikan terhadap rahasia-rahasia alam. Qur’an adalah pertama-tama yang membuka mata manusia, bahwa alam adalah pelayan bagi manusia; tenaga alam dapat diambil faedahnya untuk kehidupan manusia.

Yang penting, ilmu itu adalah untuk amal, untuk kepentingan pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tanpa ilmu, Islam tidak akan maju, karena Islam itu maju bersama-sama kemajuan ilmu pengetahuan.

Pemerintah, Hukum, Ekonoai dan Sosial Politik

Nabi Muhammad saw. adalah yang pertama kali memproklamirkan dasar kedaulatan negara dan bangsa, yaitu kedaulatan yang mutlak di tangan Tuhan, sedang manusia di dunia diberi amanat oleh Tuhan untuk memerintah seluruh muka buni.

Dasar musyawarah adalah dasar pemecahan segala masalah yang berhubungan dergan kepentingan rakyat. Dasar musyawarah adalah sendi demokrasi, bukan demokrasi liberal dimana diadu kekuatan suara, bukan sistem totaliter dimana suara ditentukan oleh yang berkuasa, tetapi demokrasi yang mencari hikmah kebijaksanaan dengan jalan musyawarah.

Nabi Muhammad nembentuk pemerintahan tidak diletakkan di tangan orang-orang yang pandai saja, tetapi di tangan orang-orang saleh lagi terpelajar yang dipilih oleh rakyat dan menjalankan pemerintanan dengan musyawarah dengan wakil-wakil rakyat. Kerajaan turun temurun, dihapus oleh Nabi Muhammad saw.

Nabi Muhammad saw. menghapus peperangan penjajahan, menghapus agresi, dan perang hanya diizinkan apabila kemerdekaan menjalankan agama atau kemerdekaan negara dalam bahaya. Peperangan yang dijalankan oleh Nabi Muhammad saw. dan oleh pengikut-pengikutnya, adalah peperangan untuk membela diri.

Nabi Muhammad saw. tidak hanya membatasi peperangan, akan tetapi juga menghapus perbuatan-perbuatan seperti membakar rumah, merusak pohon-pohon buah-buahan, nembunuh tawanan dan lain-lain. Untuk pertama kali dalam sejarah dunia, bahwa tawanan bukan saja diperlakukan dengan baik, melainkan pula dipandang sebagai saudara.

Nabi Muhanmad saw. menghapus riba, dan dengan demikian beliau memberi pukulan terhadap kekejaman kapitalisme. Dalam lapangan ekoncmi Nabi Muhammad saw. menghapus akibat buruk yang timbul karena distribusi yang tidak adil. Beliau menghormati hak milik, namun beliau membebaskan dunia daripada kejahatan kapitalisme.

Dalam agama Islam tak ada sosialis, nihilis atau komunis. Di negara Islam golongan kaya selalu memandang golongan miskin sebagai saudara dan senantiasa membantu mereka, sedangkan golongan miskin tidak dapat memiliki rasa iri hati terhadap golongan kaya, bahkan sebaliknya, mereka menghormati saudara-saudaranya yang kaya.

Dalam bidang sosial. Nabi Muhammad saw. tak membeda-bedakan manusia atas dasar golongan, kepercayaan, keturunan dan kebangsaan. Konsepsi Nabi Muhammad saw. adalah dinamis, yaitu bahwa manusia itu sama, dan manusia itu satu famili, satu keluarga besar. Ukuran manusia yang baik dan berbudi, bukan ditentukan oleh namanya, oleh pangkatnya, oleh keturunannya, melainkan diukur menurut kelakuannya, keadilannya, kebijaksanaannya, kesuciannya dan pengorbanannya.

Konsepsi Nabi Muhammad saw. ini telah dijadikan suatu konsepsi dunia seperti tercantum dalam hak-hak asasi manusia yang telah disetujui oleh PBB.

Mengenai perkawinan, yang menjadi peraturan dasar ialah monogami. Nabi muhammad saw. hanya mengizinkan poligami secara terbatas dan dipagari dengan syarat-syarat yang kuat, agar dalam keadaan normal, poligami tidak merosot menjadi pelepasan hawa nafsu. Dalam masyarakat, poligami semacam itu merupakan jaminan keamanan terhadap perbuatan zina.

Nabi Muhammad saw. bukan keturunan raja, oleh karena itu penggantinya juga bukanlah keturunan Nabi Muhammad saw. melainkan dipilih di antara rakyatnya sendiri. Sistem kerajaan yang turun temjrun bertahta dan berkuasa, tidak terdapat dalam konsepsi beliau.

Nabi Muhammad saw. pernah menjadi penggembala kambing, pernah menjadi pedagang, pernah menjadi panglima perang, pernah menjadi hakim, menjadi pemimpin ruhani dan pernah menjadi kepala negara. Semuanya bersumber pada ajaran Al Qur’an, wahyu Allah SWT.

Demikianlah sumbangan yang telah diberikan oleh Nabi Muhammad saw. untuk kemanusiaan. Atas dasar hasil-hasil inilah beliau memperoleh gelar rahmatan lil ‘alamin (sebesar-besar rahmat bagi manusia).

Oleh karena itu kita harus memperbanyak mengucapkan shalawat dan salam kepada Nabi Suci Muhammad saw, sebagaimana diperintahkan oleh Allah swt. dalam firman-Nya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya mengucapkan shalawat kepada beliau. Wahai orang-orang yang beriman, bershawalatlah kepadanya, dan sampaikanlah salam serta penghormatan kepadanya.” (Al-Ahzab 33:56).

Nabi Muhammad saw. Mencapai Kemenangan Terbesar

Nabi Suci menyelesaikan pembangunan sosial dan politik, pembangunan mental dan spiritual, dalam jangka waktu yang tak pernah dapat dikerjakan oleh suatu negara atau suatu bangsa, bahkan oleh pembangun atau generasi sesudah beliau. Kejahatan yang telah berurat berakar disapu bersih. Beliau meningkatkan kemajuan bangsanya sampai ke tingkat yang paling tinggi.

Kepercayaan tahayul dan penyembahan berhala disapu bersih. Semangat menyiarkan tauhid ke seluruh dunia menyala-nyala. Bangsa Arab yang paling suka bertempur satu sama lain, kini ditempa menjadi bangsa yang bersatu dan beradab, yang anggotanya masing-masing siap untuk berbuat sesuatu yang baik guna kepentingan orang lain. Bangsa yang paling bodoh di dunia, disulap menjadi bangsa yang cinta kepada ilmu pengetahuan, dan membawa obor ilmu pengetahuan ke penjuru dunia yang pada waktu itu berada dalam keqelapan.

Bangsa yang tak menaruh penghargaan kepada kaum wanita, menjadi kampiun dalam membela hak-hak kaum wanita, dan memperlihatkan jiwa kesatria dalam melindungi kaum lemah yang sebelum itu tak dikenal orang. Bangsa yang dahulu paling hina karena perbuatannya yang jahat, kini menjadi bangsa yang paling jujur, mematuhi segala perintah Tuhan dan undang-undang masyarakat.

Bangsa yang dahulu menjalankan perbuatan dengan motof-motif kotor, kini mendasarkan perbuatannya atas nilai-nilai yang tinggi, yang menggerakkan mereka ke arah kedermawanan, cinta kasih kepada sesama manusia. Perjudian, minuman keras dan perbuatan zina disapu bersih. Kesucian wanita dijunjung tinggi, perbudakan diberantas, baik perbudakan jasmani maupun perbudakan ruhani.

Di Madinah, Nabi Suci saw. membentuk sistem pemerintahan tanpa kekuatan polisi dengan tetap menjamin tata tertib dan damai. Orang sukar membayangkan, bagaimana suatu negara dapat membentuk sistem pemerintahan tanpa kekuatan polisi. Namun ini adalah kenyataan, dan bahwa kejahatan benar-benar mati, dan setiap orang yang berbuat dosa sekalipun tak diketahui oleh orang lain, ia membuat pengakuan di hadapan Nabi FXjharrmad saw.

Kehadiran Tuhan benar-benar menjadi kenyataan yang hidup di kalangan para sahabat, sehingga mereka mengutamakan perbuatan taqwa, dan menyingkiri segala perbuatan dosa. Do’a Yesus tentang Kerajaan Samawi benar-benar menjadi kenyataan pada zaman Nabi Muhammad saw.

Pada waktu Yesus berada dalam bahaya, seorang murid beliau yang terdekat mengkhianati beliau, sedangkan murid-murid lainnya meninggalkan beliau, bahkan ada yang mengutuk beliau. Demikian pula pengikut Nabi Musa as. mereka tak mematuhi perintah beliau, yang telah membebaskan mereka dari perbudakan Fir’aun. Pada waktu mereka disuruh memasuki Tanah Suci yang dijanjikan, mereka berkata kepada Nabi Musa as.: “Pergilah engkau (Musa) dan Tuhan dikau dan peranglah, dan kami, duduk (menanti) di sini” (Al-Maa’idah 5:24).

Akan tetapi para pengikut Nabi Muhammad saw. selalu mematuhi perintah beliau, dan selalu berkata sebagai berikut: “Kami akan berperang di sebelah kiri dan di sebelah kanan dikau, di muka dan di belakang engkau”. Dan ini bukanlah ucapan bibir saja, melainkan dibuktikan dengan sungguh-sungguh.

Pada waktu perang Uhud, karena kesalahan para prajurit pemanah, barisan kaut Muslimin mengalami kekacauan yang luar biasa, karena musuh tadinya melarikan diri dan dikejar oleh kaum Muslimin, tiba-tiba berbalik menyerang kaum Muslimin, setelah mereka melihat tempat yang strategis ditinggalkan oleh barisan pemanah. Dalam keadaan yang kacau balau itu. Nabi Suci dijadikan bulan-bulanan oleh musuh dan menderita luka.

Melihat Nabi Suci dalam keadaan bahaya, para Sahabat tampil ke depan membentengi Nabi Suci berlapis-lapis. Setiap kali seorang Sahabat gugur, tempat yang kosong itu diisi oleh Sahabat yang lain. Melihat ketatnya pertahanan Islam, para nusuh memilih meninggalkan medan Uhud, dan bahkan tak berani menyerang kota Madinah yang kosong dari penjagaan.

 

Haji Wada (Haji Bermohon Diri)

Pada tahun 10 Hijriah, semua suku di tanah Arab, berbondong-bondong memeluk agama Islam. Pada tahun itu, Nabi Suci menjalankan Haji yang disebut Haji lilada’ atau haji Bermohon Diri, karena dalam 80 hari setelah menjalankan Haji itu, Nabi Suci Muhammad saw. meninggal dunia.

Sungguh mengesankan sekali peristiwa Haji Wada’ itu, yang diikuti oleh 124.000 orang suci dari segala penjuru tanah Arab, yang mewakili berbagai kabilah dan suku. Pada kesempatan yang mengesankan itu Nabi Suci Munammad saw. menyampaikan khutbah yang amat termasyhur, yang dilangsungkan di kota Mina, pada tanggal 10 Dhulhijjah tahun 10 Hijriah.

Sambil naik unta dan dikelilingi beribu-ribu Sahabat, beliau menyampaikan amanat antara lain sebagai berikut:

“Wahai manusia sekalian! Perhatikanlah kata-kata ini! Aku tidak tahu, kalau-kalau sesudah tahun ini, dalam keadaan seperti ini, tidak lagi akan bertemu dengan kamu sekalian.

Tahukah kamu hari apakah sekarang? Sekarang adalah yaumun-nahar (hari raya kurban). Tahukah kamu bulan apa sekarang? Sekarang adalah bulan suci. Maka dari itu aku permaklumkan kepadamu, bahwa hidupmu, hartamu dan kehormatanmu itu bagi masing-masing orang harus seperti sucinya hari ini dan kota ini.

Hendaklah orang yang hadir di isini menyampaikan pesan ini kepada orang yang tak hadir. Kamu pasti akan berjumpa dengan Tuhan yang akan memperhitungkan perbuatanmu.

Pada hari ini semua bunga pinjaman dihapus, termasuk pula bunga pinjaman ‘Abbas bin Abdul-Muthalib. Pada hari ini semua tuntutan qishash bagi pembunuhan yang dilakukan pada zaman jahiliyah dihapus, teristimewa pembunuhan Rabi’ bin Harits, ini telah diampuni.

Saudara-saudara! Pada hari ini setan merasa putus asa untuk menegakkan kembali kekuasaannya di negeri ini. Tetapi apabila kamu menuruti menuruti dia, walaupun dalam hal yang menurut pendapat kamu remeh, ini akan menggembirakan sekali kepadanya. Maka dari itu kamu harus selalu awas terhadap setan dalam hal agamamu.

Kemudian saudara-saudara, kamu mempunyai hak atas istrimu, sebagaimana istrimu juga memiliki hak atasmu …. Mereka adalah amanat Tuhan di tanganmu. Maka dari itu kamu harus memperlakukan mereka dengan manis ….

Adapun mengenai budakmu, engkau harus memberi makan kepada mereka apa yang engkau sendiri makan, dan memberi pakaian kepada mereka apa yang engkau sendiri pakai.

Saudara-saudaraku! Dengarkanlah kata-kataku dan perhatikanlah. Engkau harus tahu bahwa tiap orang Islam adalah saudara. Kedudukanmu adalah sama. Masing-masing engkau aalah dari persaudaraan besar. Maka diharamkan bagi masing-masing untuk mengambil apa-apa dari saudaranya, kecuali apa yang saudara itu memberikan dengan suka rela. Janganlah berbuat sewenang-wenang terhadap saudara-saudaramu.

Ya Allah! sudahkah kusampaikan? Ya Allah. saksikanlah ini!”