facebooklikebutton.co
SENTUHAN RUHANI

Keyakinan dan Kelalaian

 

Keyakinan adalah suatu perkara yang dapat memberikan kekuatan dan keberanian yang besar. Keyakinan akan meningkat dengan pengetahuan. Ketika ada pengetahuan yang luas, seorang bawahan dengan dorongan kekuatan keyakinannya bisa menjelaskan tujuannya di hadapan atasannya dengan tanpa keraguan. Tetapi bila pengetahuannya sedikit, maka keyakinannya juga lemah.

Dengan memiliki pengetahuan yang memadai, manusia tidak gelisah meski jatuh dalam kesulitan. Seperti keadaan para sahabat Nabi Muhammad saw., dengan keyakinan dan cahaya ma’rifat yang penuh, tersimpanlah kekuatan dan keberanian di dalam hati mereka. Di hadapan raja mereka berbicara dengan sangat berani.

Ingatlah baik-baik, keyakinan adalah sesuatu yang mempermudah manusia, untuk kematian sekali pun. Oleh karena itu, dengan keyakinan pada kebenaran Islam, mati syahid menjadi hal yang sangat mudah bagi seorang muslim. Seandainya seorang muslim sejati diancam akan dibunuh karena imannya, maka dia akan tetap mempertahankan imannya. Keyakinan akan mati syahid, bisa menyingkirkan panjangnya harapan pada dunia.

Pendek kata, manusia hendaklah berusaha keras untuk memperoleh keyakinan (yang benar).

Manusia yang semakin tua, tapi tidak peduli terhadap agama, dan menganggap kematiannya masih jauh, dia menipu jiwanya sendiri dan sangat salah. Ingatlah baik-baik, kematian adalah hal pasti, bagaimanapun manusia tidak bisa menghindarinya. Ia kian bertambah dekat, setiap ganti hari manusia berjalan mendekati kematian.

Aku melihat sebagian orang pada awal umurnya hatinya sangat lembut. Tetapi pada akhir umurnya hatinya menjadi keras. Mengapa terjadi demikian? Karena nafsu (hawa nafsu) menipu bahwa kematian masih sangat jauh. Padahal ia sangat dekat. Anggaplah selalu bahwa kematian itu sangat dekat, agar kamu selamat dari dosa.

Pintu rahmat Allah Ta’ala tidak pernah tutup bagi siapa pun. Jika manusia dengan ikhlas dan tulus hati kembali kepada-Nya, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun serta Penyayang, dan menerima tobat.

Pertanyaan, siapa yang akan mengampuni orang berdosa di hadapan Allah, itu kesombongan dan ketidaksopanan di hadapab-Nya. Ingatlah, khazanah rahmat-Nya sangat luas tak terbatas. Kehadiran-Nya tidak ada kurangnya. Berapa pun orang yang mencapai hadirat Allah Ta’ala (dekat dengan Allah), semuanya akan mendapat derajat tinggi. Ini janji yang pasti.

Sungguh malang manusia yang berputus asa dari rahmat Allah Ta’ala, dan pada waktu menghembuskan nafas terakhir datang kepada-Nya dalam keadaan lalai. Tentu saja waktu itu pintu rahmat tertutup.

(Disarikan dari Malfuzat Ahmadiyyah, jld. 4, hlm. 167-168).

Comment here