facebooklikebutton.co
SENTUHAN RUHANI

Kematian Isa Almasih

Para penentang kami kadangkala berusaha mengelabuhi bahwa tidak ada perlunya sedikit pun membahas kematian Almasih a.s. Padahal  inilah akar pokoknya. Dengan masalah ini akidah umat Kristiani bisa tertolak. Dasar keyakinan tentang ketuhanan Almasih menjadi terpatahkan. Kemuliaan Rasulullah Muhammad saw. berdiri tegak di dunia.

Inilah sebabnya, berbeda dengan kematian para nabi lainnya, Quran Syarif sangat menekankan pada kematian Almasih a.s. Ada lebih dari 30 ayat Quran menjelaskan tentang hal itu. Misalnya:

“Wahai Isa, sesungguhnya Aku akan mematikan engkau dan mengangkat (memuliakan) engkau di hadapan-Ku.” (Ali ‘Imran, 3:55).

“Maka setelah Engkau mematikan aku, Engkaulah Yang mengawasi mereka.” (Al Maidah, 5:117).

Dalam ayat-ayat tersebut di atas, disebutkan dengan sangat jelas bahwa Isa Almasih a.s. dimatikan oleh Allah Ta’ala. Tetapi para penentang kami yang tidak mengerti mengatakan bahwa Almasih a.s. tidak mati, malahan Allah mengangkatnya ke langit.

Orang-orang memunculkan semua kesalahan yang bertentangan dengan ajaran Kitab Allah ini hanya untuk menodai agama. Allah Ta’ala sama sekali tidak ingin sifat-sifat-Nya disamakan dengan sifat manusia yang lemah. Dengan berpegang pada akidah yang salah, orang- orang ini dengan berlagak menegaskan diri sebagai orang Islam.

Aku katakan yang sebenarnya bahwa mengaitkan akidah yang salah dengan Islam berarti menodai Islam, menghina Nabi Muhammad saw., dan menentang Allah Ta’ala.

Islam datang membawa tauhid murni, yang contoh dan tanda buktinya tidak ditemukan dalam agama-agama lainnya. Aku benar-benar yakin, meskipun kitab suci terdahulu juga mengajarkan tauhid (keesaan Allah) dan tujuan diutusnya semua nabi juga untuk menyiarkan tauhid, tetapi cara Nabi Muhammad saw. menjelaskan semua hal tentang tauhid yang sangat gamblang, tidak ditemukan dalam kitab lain.

Saat para penentang kita ingin mengeruhkan mata air (Islam) yang begitu jernih, apakah pencemaran  Islam masih ada? Malangnya mereka, ketika di hadapan mereka disampaikan (ajaran) Islam seperti yang dibawa Nabi Muhammad saw. yang mulia, dan berdasarkan Quran terbukti bahwa mereka salah; mereka menjawab bahwa nenek moyang mereka seperti itu kepercayaannya. (Seperti yang pernah dikatakan kaum Ibrahim as. kepada beliau, lihat 26:74, pent.).

 

(Hazrat Mirza Ghulam Ahmad | Disarikan dari Malfuzat Ahmadiyyah, jld. 4, hlm. 126-127)

Comment here