facebooklikebutton.co

Islam dan Kehidupan

Oleh: Fathurrahman Irshad — Manakala kita ditanya apa artinya Islam, maka kita jawab “Islam artinya damai”. Manakala  kita ditanya apa itu agama. Maka jawabnya, “Agama adalah ilmu yang mengajarkan system atau methode atau cara hidup”. Manakala kita ditanya apa esensi ajaran agama Islam, maka kita jawab dalam satu kalimat singkat saja, yaitu “Ajaran Ke-Esaan Ilahi”, atau “Ajaran Tauhid”. Dan manakala kita ditanya hubungan antara ajaran Islam dan kehidupan, maka uraiannya akan panjang dan meluas, seluas kehidupan yang tak bertepi.

Tetapi, marilah kita bersama-sama mencoba menjawab dari pengetahuan dan pengertian kita yang sangat sempit, sebagaimana kita selalu mengakhiri sebuah uraian dengan kata-kata wallahu alam bishawab – yang maknanya hanya Tuhan yang mengetahuinya atau hanya Tuhan yang lebih tahu.

Seperti diketahui, bahwa sepanjang hidup kita memeluk Islam. Maka tentu kita harus dapat memaknai dan menghayati ajaran Islam secara utuh. Karena menganut ajaran agama tidak hanya sekedar formalitas semata, “tanpa pemaknaan”, seperti yang sering kita dengar, ada yang mengaku  atau dikatakan “Islam KTP”, “Islam Abangan”, “ Islam Kejawen” dll.

Memeluk Islam harus dengan “pemaknaan dan pengamalan” sebagai akibat adanya pengkajian dan penghayatan yang sangat dalam dan penghormatan yang sangat tinggi terhadap ajaran Islam itu sendiri.

Pertama sekali yang harus perlu kita perhatikan disini, bahwa “Islam adalah Agama Kebenaran”, sebagaimana dijelaskan dalam Surat Muhammad (47:2-3), “Dan orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan kepada apa yang telah diwahyukan kepada Muhammad, dan itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Ia akan menghapus keburukan mereka dari mereka dan menempatkan keadaan meraka” – “Itu disebabkan karena orang-orang kafir mengikuti kepalsuan, dan orang-orang yang beriman mengikuti kebenaran dari Tuhan mereka. Demikian Allah mengemukakan perumpamaan mereka kepada manusia”.

Kebenaran, adalah sesuatu yang datang tanpa kemauan seseorang yang diterimanya tanpa suatu paksaan. Orang yang menerima kebenaran juga akan menyampaikan kebenaran yang diterimanya kepada orang lain, tanpa paksaan, tanpa beban dan dengan hati terbuka.

Satu sifat yang paling menarik pada diri manusia, adalah adanya kesadaran terhadap pengetahuan dan pengalamannya sebagai akibat adanya system kehidupan berfikir yang cerdas secara moral, peka secara estetik dan cenderung kearah rohani.

Dengan kesadaran itu, manusia akan menemukan “hakekat kediriannya” melalui sebuah pencarian dari pada asal mula kejadian. Pencarian pencipta dari “tiada” menjadi “ada” atau creatilo ex nihilo yang berujung pada pencarian yang sifatnya final dan mutlak, yaitu Yang Maha Sempurna.

Karena sumber kebenaran itu adalah Allah Rabbul ‘Alamin, maka ajaran Tauhid itu akan menggerakkan, mengarahkan serta mengantarkan manusia kepada Allah Rabbul ‘Alamin.

Dalam kaitannya dengan judul makalah ini, yaitu “Antara Islam dan Kehidupan”. Tentu ada beberapa hal yang memiliki relevansi. Yaitu manusia dan alam semesta, karena dua hal tersebut berada dalam satu lingkungan system dan Al Qur’an sebagai rujukan pengetahuan manusia tentang Sumber dari Sumber Kebenaran, yaitu Allah Rabbul ‘Alamin. Sebab “Tuhan berada diluar pengetahuan manusia. Namun Ia akan menjelma melalui pengetahuan manusia”.

Karena itu mempercayai Tuhan adalah satu keyakinan yang sempurna, dan oleh karenanya manusia harus membayangkan dan merasakan kehadiran Tuhan dalam bathinnya, agar ia tetap berada dalam kesadaran yang tinggi dan berada posisi dan kondisi yang benar. Sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al Hadid atau Besi (57:4), “Dia ialah Yang menciptakan langit dan Bumi dalam enam masa, dan Ia bersemayam di atas singgasana. Ia mengetahui apa yang masuk dibumi, dan apa yang keluar dari sana dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kesana. Dan Ia menyertai kamu dimana saja kamu berada. Dan Allah itu Yang Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Serta Surat Al Waqi’ah (56:85), “Dan Kami lebih dekat kepada itu dari pada kamu tetapi kamu tidak melihat”.[]

 

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*