facebooklikebutton.co

Bersetialah pada Tuhan

“Tuhan amatlah setia. Karena itu, kepada mereka yang tetap setia kepadaNya, Dia menampakkan karya-karyaNya yang ajaib.”

HM Ghulam AhmadSungguh Allah Maha Perkasa dan Maha Kuat. Siapa pun yang berserah diri kepada-Nya dengan sepenuh cinta dan kesetiaan, sekali-kali mereka tak akan disia-siakan. Siapapun yang memiliki rencana jahat dan tujuan nista tiada akan mampu membinasakan mereka. Tuhan berkata kepada mereka, ”Wahai orang-orang yang dungu! Adakah engkau hendak memusuhi Aku? Dapatkah engkau menistakan hamba yang kucintai?” Karena itu, pada hakikatnya tiada akan terjadi sesuatu di dunia ini kecuali bila telah ditakdirkan oleh Penguasa Langit terlebih dahulu. Dan tiada tangan duniawi dapat menjangkau sejauh batas yang telah ditakdirkan oleh langit.

Tuhan adalah cahaya langit dan bumi. Cahaya yang tampak di tempat-tempat tinggi dan di tempat-tempat rendah, di alam ruh atau pun di alam jasad, bersifat lahir atau pun batin, adalah merupakan limpahan karuniaNya. Hal ini mengisyaratkan kepada kenyataan bahwa karunia Allah, Rabb sarwa sekalian alam itu, meliputi segala sesuatu. Segala sesuatu di alam ini tiada yang terlewati dari rahmat-Nya. Keberadaannya yang hakiki adalah pelindung segala sesuatu dari tempat kegelapan yang tak berwujud, lalu menganugerahi segala sesuatu itu jubah wujud-Nya. Tiada wujud lain selain Dia. Dia ada dengan sendirinya dan abadi. Segala sesuatu pasti menerima anugerah-Nya. Tanah dan langit, manusia dan hewan, batu-batuan dan pohon-pohonan, ruh dan jasmani, semuanya terwujud berkat karunia-Nya.

Sungguhlah bodoh orang-orang yang merencanakan kezaliman. Ketika mereka membuat rencana makruh dan memalukan itu, mereka tiada ingat akan wujud Yang Maha Agung dan Maha Kuasa, yang tanpa kehendak-Nya, tiada sehelai daun pun dapat jatuh ke bumi. Mereka tak akan berhasil dan malah akan menanggung malu oleh karena kegagalan mereka itu. Tak secuil kemudaratan pun akan menyentuh orang-orang tulus. Bahkan, tanda-tanda Tuhan akan senantiasa tampak dan wawasan ilmu khalayak makhluk Allah kian berkembang. Tuahan Yang Maha Perkasa dan Maha Kuat itu menampakkan wujud-Nya melalui tanda-tanda-Nya yang ajaib, meski tak terlihat oleh mata zahirmu.

Aku berkata dengan sungguh-sungguh bahwa di dalam diri setiap jiwa terdapat hasrat mencari kebenaran dan setiap hari digandrungi kehausan untuk mencari jalan kebenaran itu. Akan tetapi, bagaimana caranya merambah jalan ini dan dengan alat apa tirai ini dapat tersingkap? Aku menyakinkanmu akan sebuah kebenaran, bahwa Islam-lah yang memberi kabar suka mengenai cara mengenali jalan itu. Seperti halnya mustahil kita dapat melihat tanpa bantuan mata, atau mustahil kita dapat berbicaraa tanpa bantuan lidah, demikian pula halnya mustahil kita dapat menyaksikan wajah Sang Kekasih tanpa bantuan  Al-Qur’an. Aku pernah menjadi seorang belia, dan kini aku telah menjadi orang yang tua. Namun, aku tak pernah berjumpa dengan seorang yang mencicipi makrifat yang jernih  kemilau tanpa adanya pancaran mata air Al-Qur’an ini.

Tauhid adalah cahaya yang terbit di dalam hati, sesudah manusia meniadakan segala macam sesembahan, baik yang lahiriah maupun batiniah. Cahaya itu tak dapat diraih dengan mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi harus melalui perantaraan pertolongan Tuhan dan RasulNya. Kewajiban manusia hanyalah membunuh ego dan melepaskan sifat angkuh syaitaniyah di dalam dirinya. Manusia hendaklah jangan menyombongkan diri karena telah dibesarkan di dalam buaian ilmu pengetahuan. Tetapi hendaklah ia menyibukkan diri dalam doa, karena sesudah itu barulah cahaya Tauhid akan turun di atasnya dari Tuhan, kemudian suatu kehidupan baru akan dilimpahkan kepadanya.

Tuhan amatlah setia. Karena itu, kepada mereka yang tetap setia kepadaNya, Dia menampakkan karya-karyaNya yang ajaib. Dunia setiap saat bisa saja menelan habis mereka dan setiap lawan akan merasa gemas terhadap mereka. Namun, Tuhan yang menjadi sahabat setia mereka akan menyelamatkan mereka dari setiap marabahaya yang melanda, dan mengeluarkan mereka, dan mengeluarkan mereka dari setiap ajang pertarungan sebagai pemenang. Betapa mujurlah orang yang berpegang teguh pada Tuhan! []

[Ghulam Ahmad, Ruhani Khazain, Jilid II, hal. 19]

 

Komentar

komentar

2 comments

  1. Muhammad Dharmawan

    CAHAYA CINTA KASIH
    Yakinilah bahwa Allah Swt Pencipta, Pemilik, Penguasa Alam semesta dan segala-galanya ini adalah Ahad, Satu “Tunggal”, dan tanpa sekutu. Dan Cintailah Allah melebihi dari apapun dan siapapun lalu Kasih sayangilah sesamamu karena Allah, sebagaimana Allah telah Mengasih Sayangimu! “Inilah Jalan Yang Lurus Itu”! Jalannya Orang-orang yang Allah telah diberi nikmat sebelum kita yaitu Para Nabi, Orang-orang Benar dan Jujur, Para Pejuang Agama yang Ikhlas, Para pelaku Kebajikan karna Allah lalu ikutilah Akhlak dan Cara-cara ibadah Nabi Muhammad Saw dengan Ikhlas dan Khusyuk”Sungguh2”. Inilah Yang dikehendaki Allah Swt didalam Al Qur’an!
    Kenapa harus meyakini Allah itu Ahad, Tunggal? Sebab perbedaan Agama sama sekali tidak bisa membuktikan bahwa berbeda pula Pencipta, Pemelihara dan Yang Berkuasa atas manusia dan semua mahkluk yang ada dialam semesta ini . Dan setiap pelopor agama yang benar pasti mengajak dan mengajar pengikutnya untuk mengenal, mendekatkan diri dan bersyukur kepada Pencipta yang Tunggal itu tanpa perantara! Sebab terputusnya hubungan manusia dengan Penciptanya menyebabkan manusia akan lebih cenderung mengikuti nafsunya sendiri atau nafsu orang lain. Yang akhirnya mereka saling berharap dan menyembah kepada sesama makhluk. Jika kita mensekutukanNYA dengan mahkluk pasti kita akan lebih mencintai makhluk dan membenci lalu melupakan dan tidak MemuliakanNYA dengan sebenarnya.ketahuilah Inilah yang menjadi penyebab awal terjadinya berbagai macam ragam kerusakan dimuka bumi ini dan penyebab pertumpahan darah yang tidak manusiawi dan penyebab hilangnya harmonisasi antar sesama manusia, mahkhluk dan alam sejak awal kemanusiaan . Mustahil dan Dusta jika ada yang mengatakan Kuasa mendamaikan dan mensejahterakan apa yang ada dimuka bumi selain mengajak kembali manusia2 itu kepada Penciptanya sesuai fitrahnya!
    Sedikit untuk dipikirkan dan dipahami bahwa “Firman (Sabda, Perkataan, Perintah)) itu berasal dari Allah tetapi Firman bukanlah berarti Allah dan Allah juga Bukan Firman” Tetapi Allah menciptakan Langit, Bumi maupun benih calon jasad Isa as didalam rahim ibunya cukup hanya dengan FirmanNYA (Perkataan, Sabda) saja, maka terwujudlah apa Yang DikehendakiNYA dan Nggak perlu repot2! Dengan demikian Langit, Bumi atau Isa As bukanlah anak Allah sebab diciptakan langsung dengan FirmanNYA, Sebagaimana Allah juga pernah menciptakan jasad Adam as dan setelah sempurna kejadiannya lalu Allah meniupkan ruh-NYA kedalam jasad Adam, dan ini juga menunjukkan bahwa adam juga bukanlah Allah, meskipun ruh itu berasal dari Allah, sebagaimana juga dengan manusia turunan Adam dan Hawa! Maka mereka yang berasal dari Allah maka akan kembali kepada Allah, sedangkan jasad berasal dari bumi akan kembali kebumi! Jika ruh maunya kembali kebumi disebabkan dalam hidupnya cinta sangat kepada bumi, maka akan terkurunglah mereka didalam kubur2 itu!
    Selanjutnya Kenapa kita harus mencintai Allah dengan sedemikian rupa melebihi apapun atau siapapun? Sebab, lihatlah semua yang pernah kita miliki dan cintai, dimanakah mereka ? dan yang sekarang kita cintai pasti juga akan meninggalkan kita atau kita yang pasti akan meninggalkannya, bahkan jasad kita sendiri yang selama ini kita anggap milik kita , suka ataupun tidak suka! Tetapi jika kita mencintai Allah Swt, maka kita telah menambatkan cinta kita pada Satu Zat Yang Kekal Yang Pengasih lagi Penyayang yang mana kita sesungguhnya tidak pernah berpisah denganNYA dan justru kita akan pergi meninggalkan dunia ini untuk menemuiNYA dan tinggal dalam Naungan Kasih SayangNYA Yang Abadi. Jika DIA membalas cinta kita dan mengasih sayangi kita , bukan hal yang sulit bagi Allah Swt itu untuk mengembalikan apa yang pernah kita miliki dan senangi atau sayangi didunia ini, “ Inilah Air Kehidupan Kekal itu! “ sebaga tujuan akhir perjalanan dari setiap orang yang mencari dan mengamalkan Kebenaran!
    Dan Apa pendapat dan bagaimana keadaan kita kita jika kita kelak menemuiNYA dalam keadaan membenci, memusuhi dan sombong kepadaNYA? Atau siapa yang kuasa memberikan tubuh-tubuh yang baru bagi seluruh manusia setelah tubuh2 yang lama itu telah menjadi tanah atau abu?
    Yah, harus kita akui babak belurnya kehidupan manusia sejak dahulu kala disebabkan tipis bahkan hilang kasih “amal shaleh” di jiwa-jiwa manusia, dimana hilang Kasih pasti disitu akan timbul serakah dan dengki sebagai sifat awal dari berbagai kejahatan di muka bumi ini, maka Kasihilah sesamamu sebagaimana kamu ingin dikasihi. Inilah pendapat yang umum Tetapi perlu saudara ingat Iman tidak bisa dipisah atau disamakan dengan kasih sebab bagaimana kita bisa mengasihi sesama jika sebelumnya kita tidak terlebih dahulu DiKasih sama Allah Swt , contoh konkrit Jikalau Allah Swt itu tidak kasih jantung kita berdenyut lagi, apa yang bisa kita “kasih” kepada sesama? Sebab itulah mengasihi sesama dengan menghilangkan “ Sumber Utama” yang menyebabkan “ada” yang untuk dikasih, Itu dihilangkan atau dikaburkan maka dengan demikian kita akan menjadi orang2 yang tidak mengenal dan bersyukur kepada Allah Yang Suci dan Tinggi itu sebagai Penyebab Awal segala sesuatunya Dan kita akan menjadi sombong dan menganggap bahwa kita bisa karena usaha kita, karena kehebatan kita dll, lalu lupa dirilah kita, sebab kita telah melupakan Pencipta kita!
    Dan selanjutnya jika juga harus memahami bahwa Kasih itu jika tidak disertai Sayang maka kasih itu cenderung bersifat pamrih dan tidak ikhlas, bahkan tak jarang mengharap balik lebih, maka dan atau kasih tanpa sayang akan berakibat kebabalasan , Bukankah dalam sayang itu juga terkandung “penjagaan” agar manusia tidak melampaui batas?” maka Kasih sayangilah sesamamu karna Allah! Sebagaimana Allah Swt telah Mengasih Sayangimu! Contoh : matahari itu siapakah yang menciptakan? Jasad dan Otak kita agar bisa berpikir, hati untuk memahami, perasaan untuk bisa merasakan. Dan Bibit yang kita tanam untuk makanan itu siapakah yang menciptakan dan menumbuhkannya? udara yang kita hirup, air yang kita minum, binatang yang kita makan, sperma yang kita miliki, ibu/bapa, istri/suami, anak2, dan jika kita disuruh menghitung niscaya kita pasti tidak mampu, dan milik siapakah semua itu? Allah itu Pengasih lagi Penyayang dan sebab Kasih Sayangnyalah kita semua ada, atau taukah kita dimana keberadaan kita ketika kita dalam keadaan tidur nyenyak atau pingsan”tidak sadar” ? bukan keberadaan kita dimuka bumi ini tidak kuasa terus menerus mengatur dan menjaga yang kita anggap milik atau dalam kekuasan kita tanpa tidur “Off” atau mati? lagi pula Allah Swt itu pulalah yang telah menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung baik kehidupan kita sekarang didunia ini dan setelah kita meninggalkan dunia ini , atau kepada siapakah kita akan kembali setelah mati nanti?
    Sedang iblis itu serakah dan pendengki kepada turunan Adam dan seluruh ajarannya berawal dari serakah,dengki,dendam! Dan seluruh kejahatan dimuka bumi ini berawal dari serakah dan dengki! Dan pengikut2 iblis ini akan kembali kepada iblis itu sebagai piaraannya atau anak2nya untuk bersama-sama keneraka, sebab untuk merekalah neraka itu diciptakan oleh Allah Swt sebagai Keadilan dariNYA, sebagai tempat pembalasan yang setimpal dari keingkaran dan perbuatan2 jahat mereka. Jika tidak demikian untuk apakah Neraka itu diciptakan? Atau suruhlah mereka untuk tetap hidup dimuka bumi ini dan jangan mati jika memang mereka kuasa . Jika bisa mereka hidup selama-lamanya dimuka bumi berarti berita ini hanya rekayasa saja. Namun bagi orang-orang yang sadar, bertaubat lalu mengadakan perbaikan2 dan kebajikan2 yakinlah, Pasti mereka akan menemui sesungguhnya Allah itu Penerima taubat, Pengasih lagi Penyayang kepada hamba-hambaNYA.
    Lalu, Kenapa harus mengikuti Akhlak dan cara-cara ibadah yang diajarkan nabi Muhammad saw? Sebab Akhlak beliau itu adalah Benar dan jujur, amanah, tanggung jawab, menyampaikan, dan cerdas ! lagipula seluruh ibadah yang diajarkannya adalah cara paling efektif, suci, langsung , dekat dan bebas dari perantara atau pengaruh pihak ketiga, Sebab siapakah manusia yang tidak ingin kenal dan dekat dan dapat berhubungan langsung dengan Penciptanya? Yang sebenarnya selama ini hanya DIA lah Satu-satunya yang Kuasa untuk setiap saat melihat, mendengar dan mengabulkan setiap doa semua ciptaanNYA yang kita tidak akan pernah sanggup menghitung jumlah mahklukNYA.
    Lalu Kenapa harus bersyahadat asyhaduan Laa illaha illallah wa asyahduanna muhammadur rasullulullah = Aku Menjadi saksi Tidak ada Penguasa “Yang Kuasa” Selain Allah dan menjadi saksi Muhammad adalah utusan Allah? Ini adalah Keimanan yang benar yang mengakui hanya Allah Swt lah“Pencipta, Pemilik dan Penguasa” Alam semesta dan segala-galanya ini tanpa sekutu” dan Muhammad Saw hanyalah seorang manusia dan hamba Allah yang diutus oleh Allah Swt.
    Lalu kenapa pula harus bershalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya? Sebab agar pengikutnya jangan sekali2 meminta dan berharap kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana yang terjadi kepada agama2 sebelumnya mereka meminta pertolongan kepada Nabi2, orang2 yang dianggap suci atau memiliki kelebihan yang akhirnya tak jarang menyembah mereka! Shalawat ini hanyalah proteksi bagi pengikutnya, agar sejarah kebodohan manusia yang menyembah dan berharap2 kepada manusia lain, mahkluk2 atau benda2 mati ,tidak terulang2! Demi Kemulian manusia itu sendiri yaitu hanya Menyembah dan berharap kepada Pencipta ,Pemilik dan Yang Berkuasa atas jiwa raga manusia itu sendiri dan makhluk seluruhnya.
    Akhirnya segala urusan kembali kepada Allah sebab Hanya Allah lah Yang Paling mengetahui dan Yang menentukan segala-galanya. Sedangkan aku tidak mengetahui kecuali apa yang diberitahukanNYA kepadaku sesuai kemampuanku!
    Pikirkanlah, Renungkanlah, bacaan ini dengan tanpa diiringi oleh rasa kebencian, dendam, serakah ataupun dengki!
    Banda Aceh 8 Desember 2013
    Oleh : Muhammad Dharmawan.

  2. Muhammad Dharmawan

    Kenalilah dirimu niscaya engkau akan mengenal Penciptamu!
    CAHAYA IMAN
    Ambilah sebuah buku tulis dan pena lalu tulislah dengan akurat setiap pikiran yang terlintas, perasaan2 yang terpapar, kata hati yang terbesit dan gerakan2 yang diperbuat secara rinci, akurat dan mendetail dalam 5 menit yang lalu dan 5 menit kedepan !
    Jawabnya : tidak bisa dan tidak tahu! Kenapa ? Bagaimana kalau dari semenjak lahir hingga wafat nanti? Lalu makhluk mana kira-kira yang bisa dan tahu (tentang itu), baik pada dirinya dan pada semua makhluk-makhluk yang ada?
    Jika setiap makhluk tidak mampu menulis secara mendetail rinci dan akurat setiap pikiran-pikiran yang terlintas, kata-kata hati yang terbesit, perasaan-perasaan yang terpapar, gerakan-gerakan yang terjadi pada dirinya sendiri baik masa yang lalu maupun yang depan? Bagaimana dengan Allah Swt Pencipta setiap makhluk itu ,mungkinkah dia itu juga tidak tahu menahu?
    Jika begitu anggapannya jadi siapa yang tau persis (tentang itu semua secara rinci dan mendetail) dan yang mengendalikan segala sesuatu didalam semesta ini? Milik siapakah segala sesuatu itu, selain Allah Swt? Apakah kelebihan manusia-manusia padahal tidak tau semua yang telah terjadi dan yang akan terjadi pada dirinya sendiri selain kesesatan dan ketidaktahuan dan kesombongan?
    Jika hanya Allah itu yang sesungguhnya mengetahui secara mendetail segala pikiran, perasaan, katahati dan gerakan kita, baik yang lalu maupun kedepan , maka bayangkanlah bagaimana dekatnya Allah Swt itu kepada kita?
    Jika saja kita mau sedikit berpikir maka kita sadar dan betapa lemahnya kita demikian juga dengan makhluk semuanya , maka salahkah kita jika “menyerah” kepada Allah Swt Pencipta kita dan alam semesta ini yang mengetahui apa yang ada dibelakang “ semua yang telah terjadi dan kedepan “ yang akan terjadi” atas kita dan semua ciptaanNYA, seraya bersyukur dan bersabar atas semua ketetapanNYA?
    Renungkanlah betapa dekatnya DIA bahkan lebih dekat dari diri kita sendiri ! dan lebih tau tentang diri kita daripada diri kita sendiri! Dimanakah kita bisa sembunyi tanpa diketahuiNYA atau kemanakah kita menghadap tanpa kehadiranNYA?
    Menjadi cerdaslah! Dengan berpikir kenapa kita bisa berpikir? Demikian juga dengan seluruh manusia? dan Dimana tercatat semua pikiran itu jika kitalupa atau otak kita sudah jadi tanah atau abu? dan Dimana pula perbendaharaan pikiran2, ide2 itu sebelum terlintas diotak2 manusia selama ini padahal sebelumnya mereka2 tidak tau?
    Jika seseorang bersaksi : tidak ada ilah ‘’Penguasa,Yang Kuasa selain Allah Swt’’ dan yakin dia hanyalah hamba yang tidak punya daya upaya “kuasa” kecuali dengan pertolongan Allah Swt serta mengikhlaskan yang ada dalam surat Al Iqhlas tanpa syarat : seperti Allah itu Ahad “Tunggal” tanpa sekutu “Allah DIA yang dibutuhkan,”Tanpa perlu pihak ketiga” DIA tidak beranak dan diperanakkan dan tidak ada satu pun yang setara dan menyerupaiNYA, sebab Allah Swt tidak bisa dilihat,tidak terjangkau pikiran/dikhayalkan!
    Apakah orang-orang yang mengimani seperti yang demikian itu sesat, keliru dan perlu diluruskan sebab dia hanya berserah diri hanya kepada Allah Swt saja dan mengadu (curhat) setiap permasalahannya dan meminta langsung kepada Allah Swt Penciptanya,pemiliknya yang faham atas setiap pikiran, perasaan dan kata hatinya tanpa perlu perantara,wali atau pihak ketiga! Sebab dia berpikir siapakah yang bisa menolongnya nanti ketika dia berada didalam kesendirian dan kesunyian misalnya ketika sakaratul maut, dalam kubur, dll ! Salahkah jika dia membina hubungan langsung dengan Allah Swt mulai sejak dini?
    Inilah contoh akidah orang-orang yang telah menjalani di shirattal mustaqiim “Jalan Yang Lurus” yang pasti tidak sesat bahkan justru tengah meniti di Jalan Yang Lurus “shirratal mustaqiim” yang telah diberi nikmat oleh Allah Swt yang diminta dan diidam2kan orang dalam Al Fatihah disetiap shalatnya ( Barang siapa yang mentaati Allah dan rasul maka mereka bersama-sama orang yang Allah telah beri nikmat atas mereka yaitu para Nabi, para Shidiq “Orang-orang Benar dan Jujur” para Syuhada “Pejuang Agama yang Ikhlas” dan para Shalihin” pelaku kebajikan” (Qs : An Nisa : 69-70)
    Tiga Musuh Besar bagi Manusia2 yang Berakal yang wajib diwaspadainya:
    1. Hawa Nafsu”keinginan2 keji dan mungkar yang terbit dari dalam dirinya sendiri.
    2. Orang2 yang merayu kita untuk mengabdi, menyembah dan minta pertolongan, perlindungan serta berharap kepada Rabb2″ Tuan2″ dan Ilah2″Penguasa2″ yang lain selain dari Allah Swt Yang Tunggal, Pencipta, Pemilik “Rabb” dan Penguasa Mutlak alam semesta dan segala2nya!
    3.Siapapun yang mengajak kita untuk menipu, menganiaya/menyakiti, merugikan, menyusahkan, baik diri sendiri dan orang lain!
    Apakah yang akan kita sebut bagi: Orang2 yang diberi akal tetapi tidak digunakan untuk berpikir, memilah dan memilih yang terbaik bagi dirinya? Dan Orang2 yang diberi hati tetapi tidak digunakan untuk memahami danmewaspadai demi kemaslahatan dunia dan akhiratnya? Serta Orang2 yang punya perasaan tetapi enggan merasakan perasaan2 orang lainnya?
    Umpama hati adalah kebun dan agama/ideology adalah tanaman utamanya, jika bibit yang disemai adalah kepedihan, kebencian, dendam, serakah, iri dan dengki pasti tidak akan tumbuh kecuali sosok-sosok yang hanya pembuat kerusakan2 dan pertumpahan darah dibumi sejak dulu kala, yang demikian itulah yang tidak akan dilakukan “manusia sejati” sebab mereka dibekali akal yang lurus , hati nurani dan ilmu-ilmu yang bermanfaat.
    Ketauhilah Jika kita ingin menuai KasihSayang dan Kebahagian yang berkekalan dari Allah Swt maka tanamlah sejak dini bibit2 syukur kepada Allah Swt dalam hati, dilisan dan perbuatan2, yang kelak Pasti akan berbuah ketenangan, kebajikan2 dan kebahagiaan2 baik pada diri sendiri maupun kepada sesama! Guna mengajar cara2 bersyukur yang benar dan lurus dan mengingatkannya Itulah misi para Nabi dan Rasul diutus sejak awal kemanusian.
    Sebaliknya jika manusia ingin menuai Murka dan Azab Allah Swt, baik didunia dan akhirat maka tanamlah bibit2 Keingkaran, kebencian atas semua KasihSayangNYA selama ini baik dalam hati, lisan dan perbuatan dan Pasti keberadaan mereka hanya akan merugikan dan menyusahkan baik dirinya sendiri maupun orang lain! Untuk mengajar inilah diciptakanNYA iblis dan syetan2 sebagai ujian!
    Jika ada orang2 yang meyakini dengan seyakin2nya bahwa mereka berasal dari Allah dan dilahirkan kedunia ini untuk mengabdi kepada Allah Swt sesuai dengan batas umur yang ditentukanNYA, kemudian mereka akan mati dan kembali kepada Allah dan dalam menjalani kehidupannya mereka mengamalkan ibadah2 yang diperintahkanNYA dengan sungguh2 ”khusyuk” lalu mereka berprilaku jujur, amanah, tabligh dan cerdas serta suka menolong sesama dengan ikhlas karena Allah, “sebagai tebusan atas jiwa mereka yang telah tergadai disisi Allah Swt!” Dengan Iman yang benar , Perbuatan yang baik dan mengharapkan Kerelaan dari Rabbnya agar kelak menjadi hamba yang merdeka didalam SurgaNYA kelak, sebab “ Siapakah yang dapat memberi pertolongan disisi Allah Swt tanpa ijinNYA?”
    Dan merekapun merasa tidak memiliki apapun dibumi ini kecuali Allah Swt. Sebab mereka tau Kepunyaan Allah lah segala sesuatunya, mereka sadar bahwa mereka hamba dan Allah Swt adalah Rabb=Tuan=Pemilik mereka yang setiap saat mengawasi mereka , mereka patuh dan tidak mengingkariNYA dan setia kepada Rabbnya tidak menduakanNYA atau menghianatiNYA, mereka bangga dan bersyukur kepada Rabb “Tuan”nya dengan mendirikan shalat untuk mengingat Rabb nya sebagai wujud syukur dan memohon bimbingan dan pimpinanNYA, mereka tidak butuh sosok2 lain untuk menebus jiwa mereka disisi Allah kecuali berharap dari Allah sendiri sehingga mereka tetap beriman dan berbuat berbagai kebajikan yang bermanfaat bagi mereka, orang lain dan makhluk seluruhnya dan merekapun tidak takut kecuali kepada Allah sebab mereka mengenalNYA. Bukankah manusia hanya bisa menyiksa dan menyakiti orang yang masih hidup saja tetapi Allah Swt Kuasa menyiksa orang2 yang hidup dan orang2 yang sudah mati!
    Mereka bersaksi bahwa La Illaha Illallah = Tidak ada “Penguasa,Yang Kuasa” selain Allah, sedangkan mereka meyakini mereka tidak ada daya dan upaya “kuasa” kecuali dengan pertolongan Allah lalu mereka berikrar” Hanya kepada Allah kami mengabdi dan hanya kepadaNYA pula kami meminta pertolongan” sebab Allahu Shamad “Allah DIA Yang Dibutuhkan” contoh ketika nanti sakaratul maut siapa yang kuasa menolong kita, dalam kubur yang gelap, dll.
    Apakah keimanan dan perbuatan2 orang2 yang demikian ini dimurkai, sesat dan perlu diluruskan atau dipindah agamakan atau perlu dipindah pemahaman sehingga mereka harus menyembah dan berharap kepada mahkluk dengan berbagai kebodohaan & kelemahan2 yang telah diurai diatas? Atau kepada sesuatu atau patung2 yang bahkan “otaknya” aja tidak ada sama sekali ? Siapa kenyataannya yang sesat dan telah membuat kekacauan dimuka bumi selama ini?
    Kenapa Allah Swt memenuhi dan membiarkan keinginan2 dan keingkaran dari pengikut2 iblis “penjahat2” untuk membuat berbagai kerusakan2 dan pertumpahan darah dimuka bumi selama ini? Sebab demi janji Allah Swt kepada iblis dahulu. Namun perjanjian itu ada batas waktunya lagi sudah hampir dan ketika batas waktu itu berakhir dengan ijin Allah, maka iblis akan menggiring pengikutnya” yang telah menjadi miliknya” beramai2 seperti hewan ternak kedalam neraka!
    Dan Allah Swt juga telah berjanji kepada manusia2 yang beriman dan berbuat kebajikan untuk mewarisi bumi ini hingga tiba masa “KESUDAHANNYA” sebab akhirnya akan kembali keawal rencana dan tujuan manusia diciptakan dimuka bumi ini.
    Dalam pandangan Allah Swt dan manusia; Apakah ada kelebihan/keistimewaan org2 yang berjanggut,bersorban dan berjubah dengan yang Tidak? Yah, ada yaitu janggut,sorban dan jubah saja! Sebagaimana Tidak Ada Kelebihan/Keistimewaan org Arab dan yg non Arab, dll. Kecuali Imam dan Taqwa kepada Allah Swt serta Amal2 Kebajikannya yg bermanfaat bagi sesama!
    Oleh : Muhammad Dharmawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*