facebooklikebutton.co

EVOLUSI ROHANI DAN JASMANI MANUSIA MENURUT MIRZA GHULAM AHMAD

Perdebatan antara konsep jasmani dan rohani dan hubungannya belum selesai. Jika manusia dikatakan sebagai makhluk yang diciptakan sebaik-baiknya, maka dia adalah manusia terbaik yang bisa mencapai kesempurnaan, baik jasmani ataupun rohani. Dibutuhkan proses yang meniscayakan tahapan-tahapan perkembangan (ber-evolusi) untuk menggapai tingkatan tertinggi.

Secara jasmani, pemikiran keislaman dan Bibel pada umumnya bahwa Adam adalah makhluk ciptaan Allah dari tanah yang sempurna yang tercipta tanpa melalui tahapan evolusi (kun fayakun). Sedangkan secara rohani, manusia harus menapaki maqamat-maqamat tertentu untuk mencapai kesempurnaan (insan kamil).

Adalah Mirzan Ghulam Ahmad, pendiri Ahmadiyah yang menggagas adanya konsep evolusi manusia baik jasmani ataupun rohani. Konsep ini adalah konsep baru dalam belantara pemikiran Islam sehingga sangat penting untuk dikaji.

Ada dua persoalan penting yang dikaji dalam penelitian ini. Pertama, bagaimana hubungan antara rohani dan jasmani manusia menurut Mirza Ghulam Ahmad. Kedua, bagaimana pandangan Mirza Ghulam Ahmad tentang evolusi rohani dan jasmani manusia.

Untuk menjawab dua persoalan tersebut, penulis menggunakan pendekatan sosiologis di mana pemikran Mirza Ghulam Ahmad tidak lahir di ruang yang kosong, akan tetapi sebagai respon atas persoalan sosial yang ada ketika itu, yaitu Kristenisasi dan Hinduisasi.

Penelitian kualitatif ini menggunakan data-data kepustakaan yang kemudian didokumentasikan, diinterpretasi, dan dianalisa yang kemudian disajikan secara diskriptif-analitis.

Ada dua kesimpulan yang penulis dapatkan dari penelitian ini. Pertama, menurut Mirza Ghulam Ahmad antara jasmani dan rohani mempunyai hubungan yang erat dan tidak dapat dipisahkan. Konsep hubungan antara jasmani dan rohani ini merupakan konter atas gerakan Kristenisasi dan Hinduisasi yang marak pada saat Mirza Ghulam Ahmad hidup. Kedua agama ini menawarkan dualisme radikal mengenai konsep rohani dan jasmani, sehingga sebagai konternya beliau menggunakan konsep monisme akan kesatuan jasmani dan rohani manusia.

Kedua, menurut beliau baik jasmani ataupun rohani manusia mengalami evolusi, evolusi kreatif menuju tahap kesempurnaan. Jasmani mengalami enam tahapan evolusi yakni: pertama; nutfah, kedua; alaqah, ketiga; mutgah, keempat; izam, kelima; lahm, dan keenam; peniupan roh.

Tahapan ini dialami oleh semua manusia termasuk Adam. Adam bukanlah manusia pertama, namun nabi pertama yang sama-sama mengalami evolusi jasmani seperti manusia yang lain. Tentu saja konsep evolusi jasmani ini menjadi antitesa dari konsep Bibel yang mengatakan bahwa Adam adalah manusia pertama.

Demikian juga, rohani manusia juga mengalami enam tahapan evolusi, yaitu khusyu, wara’ (menjaga diri), pemenuhan zakat, pengekangan syahwat, pemenuhan amanat, pemeliharaan shalat. Konsep evolusi rohani ini berpuncak pada shalat yang manusia ingat total dengan sepenuh cintanya kepada Allah. Konsep ini adalah sanggahan atas konsep puncak kesempurnaan rohani dari agama Hindu.

Selengkapnya di sini

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*