facebooklikebutton.co

Di Yogya, Pengajian Tahunan Ahmadiyah Dibubarkan

TEMPO.CO, Yogyakarta– Acara pengajian dan silaturahim nasional Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI), Jumat 13 Januari 2012 sore terpaksa dihentikan setelah didemo seratusan orang dari organisasi Islam. Pengajian dibubarkan tak lama setelah Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti dan wakilnya datang ke tempat pengajian di kompleks sekolah Perguruan Islam Republik Indonesia (PIRI), di seberang Stadion Mandala Krida Yogyakarta.

Tiba di sana Wali Kota mengatakan kepada peserta pengajian bahwa Yogyakarta tak kondusif, sehingga pengajian tak bisa diteruskan. Tapi ketika ditanya mengapa pengajian harus dibubarkan, Haryadi membantah. “Kami tidak membubarkan mereka,” kata dia.
Sebelum Wali Kota datang, massa organisasi Islam yang berdemo sempat terlibat baku dorong dengan polisi di ruas Jalan Andong, barat Stadion Mandala Krida. “Ahmadiyah Sesat, Bubarkan”, demikian tuntutan pendemo yang tertulis pada spanduk.

Massa datang menggunakan sepeda motor. Dari atribut pakaian yang dikenakan tampak mereka berasal dari Gerakan Anti Maksiat, Front Jihad Islam, Gerakan Pemuda Kabah, Front Umat Islam, dan Majelis Mujahidin Indonesia. “Ahmadiyah harus dibubarkan karena mengakui Mirza Ghulam sebagai nabi,” kata orator aksi mereka. “Ini sesat karena tak ada nabi setelah Muhammad.”

Sejak Kamis malam kemarin, di sekolah PIRI memang digelar pengajian tahunan GAI. Di lokasi pengajian, Wakil Ketua Umum Pedoman Besar GAI Muslich Zainal Asikin menilai aksi mereka salah sasaran. Berbeda dengan Jamaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), GAI tak pernah mengakui Mirza sebagai nabi. “Ia adalah ulama,” katanya.

Berdiri pada 1928 di Yogyakarta, GAI berpusat di PIRI hingga kini. Setiap tahun mereka menggelar pengajian dan silaturahim nasional. Seperti tahun ini, para peserta pengajian datang dari Wonosobo, Purwokerto, Banjarnegara, Kediri, hingga dari luar Jawa seperti Lampung dan Sumatera Selatan. Mereka datang dengan kendaraan roda dua serta berombongan dengan bus.

Jumlah mereka lebih dari 500 orang. “Sudah 84 tahun pengajian ini berlangsung tiap tahun. Baru sekarang didemo,” kata Muslich. Sebenarnya pengajian tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu besok. [ANANG ZAKARIA]

Sumber: http://www.tempo.co

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*