Pustaka

Di Balik Poligami Rasulullah saw.

two women and one man eating
  • Judul Buku : Di Balik Poligami Rasulullah saw.
  • Penulis : S. Ali Yasir
  • Penerbit : Bina Ilmu Surabaya
  • Tahun Terbit : 1982
  • Unduh di Sini

Poligami adalah istilah dalam perkawinan yang menjadi teramat stigmatik saat sekarang ini. Poligami dinilai sebagai perbuatan negatif, yang karenanya tabu untuk dilakukan.

Poligami, atau lebih tepatnya poligini (laki-laki menikahi banyak wanita), biasa terjadi dalam alam budaya patriarkal. Sejak zaman feodal hingga zaman yang katanya demokratis ini, praktek itu tetap berlangsung.

Para raja, kaum bangsawan, para pemuka agama (agama apa saja), hingga orang-orang biasa, banyak yang melakukan praktek poligami. Bahkan para nabi, selain Nabi Muhammad, juga tidak sedikit yang melakukan praktek yang sama. Sebut saja sebagai misal Nabi Ibrahim, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, Nabi Musa, Nabi Isa, dll.

Poligami menjadi tampak buruk rupa karena dilatari oleh adanya kenyataan bahwa praktek ini, baik di zaman baheula maupun di alam modern ini, dianggap menjadi sekedar medium pelampiasan nafsu birahi kaum pria, sehingga membuat banyak kerugian bagi pihak perempuan, membuat anak-anak menjadi korban rumah tangga yang tidak harmonis, dan berbagai dampak buruk lain yang semakin membuat citra poligami semakin buruk.

Citra buruk poligami itu kemudian juga diterapkan untuk menilai praktek poligami yang dilakukan oleh Nabi Suci Muhammad saw. Acapkali Rasulullah dituding sebagai budak hawa nafsu, karena banyaknya wanita yang ia nikahi.

Lantas, apakah citra itu sejalan dengan fakta kehidupan poligami Rasulullah saw?

Buku ini menjawab pertanyaan itu, dan menguraikan alasan-alasan mengapa Rasulullah melakukan poligami.

 

Yuk Bagikan Artikel Ini!

Comment here

Translate »