facebooklikebutton.co

Darul Kutubil Islamiyah

DARUL KUTUBIL ISLAMIYAH (DKI) adalah Amal Usaha Gerakan Ahmadiyah di bidang penerbitan. Secara resmi Badan ini dibentuk pada tahun 1958, berdasarkan keputusan Muktamar Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) tahun 1958 di Yogyakarta. Bapak H.M. Bachrun ditunjuk sebagai pengasuhnya.

Sebagai langkah pertama, Badan ini mengurus penerbitan Quran Sutji Djarwa Djawi (QDD). Semula QDD dicetak di negeri Belanda. Akan tetapi berhubung keluarnya Peraturan Pemerintah tentang sistem BE, semua pembayaran dengan valuta asing harus mendapat izin lebih dahulu dari pemerintah. Oleh karena permohonan untuk mendapatkan devisa guna membiayai pencetakan 5.000 QDD di negeri Belanda ditolak oleh Pemerintah RI, maka kontak antara GAI dan percetakan di negeri Belanda, terpaksa dibatalkan. Padahal GAI telah banyak mengeluarkan biaya, yang diambil dari simpanan Bapak Sudewo, sebanyak 40.000 goldens, yang sebenarnya diperuntukkan bagi biaya putranya yang belajar di negeri Belanda.

Dengan gagalnya pencetakan di negeri Belanda itu, QDD diusahakan pencetakannya di Indonesia, yakni Percetakan Gita Karya Jakarta. Alhamdulillah, QDD dapat terbit, meski hasilnya tak memuaskan, karena antara lain terbitnya tidak sekaligus, jilid I surat Alfatihah sampai sura Alhijr tahun terbit 1958, jilid II surat Annahl sampai surat Annajm tahun terbit 1963, dan jilid III surat Alqamar sampai surat Annas tahun terbit 1966.

QDD yang dilengkapi dengan Mukadimah dan Indeks ini mendapat izin Menteri Agam RI No. D.26/Q. I. tgl 3 Oktober 1958. Izin Tashih Kementrian Agama RI No. A/Q/IV/3602 tgl 13 Maret 1959 dan izin terjemahan oleh Presiden of the Ahmadiyya Anjuman Ishaati Islam Lahore, Pakistan tanggal 14 April 1958.

Dalam Jalsah GAI tahun 1975, terdapat tiga keputusan terkait dengan DKI. Pertama, dipandang perlu untuk menjadikan DKI sebagai sebuah Yayasan tersendiri. Kedua, merumuskan maksud dan tujuan yayasan berikut usaha-usaha untuk mencapainya. Ketiga, masing-masing cabang GAI dapat membentuk DKI sebagai tangan panjang DKI Pusat di daerah-daerah.

Maksud dan tujuan DKI yang dirumuskan pada Jalsah tahun 1975 adalah sebagai berikut:

  1. Membina serta memperkembangkan ajaran Islam di wilayah Republik Indonesia
  2. Menyiarkan Islam, baik di dalam maupun di luar negeri
  3. Mengarang serta memperbanyak buku-buku Islam, baik dalam bahasa Indonesia, bahasa daerah maupun bahasa asing
  4. Menyebarkan ajaran Islam lewat buku-buku, majalah-majalah dan alat-alat media lainnya

Untuk mencapai tujuan tersebut diadakan usaha-usaha berupa:

  1. Mencetak/memproduksi buku-buku Islam
  2. Menjual/mendistibusikan buku-buku Islam
  3. Usaha-usaha lain yang sah, yang tidak bertentangan dengan undang-undang dan peraturan pemerintah

Pada tanggal 26 Januari 1976, DKI resmi menjadi Yayasan dengan nama yang sama, yakni Yayasan Darul Kutubil Islamiyah. Badan pengurus Yayasan DKI adalam Imam Moesa Prodjosiswojo (ketua), Bambang Dharmaputera (Sekretaris), dan Wahyono Hadi (Bendahara).

Dalam kepengurusan baru ini, DKI menerbitkan banyak seperti Islamologi (Dinul Islam), karya terjemah H. M. Bachrun dan R. Kaelan dari The Religion of Islam karya Maulana Muhammad Ali. Lalu disusul terbitnya Quran Suci: Terjemah dan Tafsir Bahasa Indonesia oleh Bapak H.M. Bachrun, terjemahan dari The Holy Qur’an karya Maulana Muhammad Ali. Tafsir ini mendapat izin Departeman Agama Republik Indonesia tgl 2 Juli 1971, No. Sd/Lega/II-d/8271.

Sejak tahun 1989, DKI dipimpin oleh H. Mansyur Basuki. Di masa kepemimpinannya, terbit beberapa buku antara lain Yesus Wafat di Kashmir karya A. Feber Keyser, yang diterjemahankan oleh Bapak H. Suyud Ahmad Syurayuda; Anwarul-Qur’an, Tafsir Quran Suci Dari Surah 102 sampai 114, karya Dr. Basharat Ahmad, terjemahan Bpk. H. Imam Musa Projosiswoyo; Falsafah Islamiyah karya HM Ghulam Ahmad, terjemahan Bpk. Suyud Ahmad Syurayuda dan Ibu Oetami Soesilo Soewindo; dan Agama-agama Besar Dunia, karya Ny. Ulfat Azizus-Samad, terjemahan Imam Musa Projosiswoyo dan Bambang Dharmaputra. Quran Suci drevisi dan Quran Suci Jarwa Jawi dicetak ulang. Di bahwa kepemimpinan beliau DKI mendapat kiriman sejumlah buku-buku berbahasa Inggris dari AAIIL Amerika Serikat dalam jumlah relatif banyak. Tetapi pada tahun 2003 beliau mengundurkan diri sebagai Ketua DKI, karena kesehatan beliau yang semakin menurun.

Penggantinya adalah Bapk. Dr. H. Nanang Rahmatullah Ismullah Iskandar M.Sc. Ph.D. Di bawah kepemimpinan beliau organisasi DKI dibenahi. Penerbitan digalakkan, selain mencetak ulang Quran Suci juga menerbitkan karya-karya baru, yaitu: Kemenangan Islam oleh Bpk. Prof. Ir. Fathurrahman Ahmadi Djayasugita, M.Sc. (2000), Benarkah Ahmadiyah Sesat? Oleh PB GAI (2002), Agama-agama Besar Dunia, oleh Ny. Ulfat Azisus-Samad (2002), Fatwa Majelis Ulama Indonesia dan Gerakan Ahmadiyah Indonesia (2005), Hasil Studi Banding Ahmadiyah (2005) keduanya karya Bpk. Nanang RI Iskandar. Kristianologi Qur’ani I dan Jihad Masakini karya S. Ali Yasir juga diterbitkan.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*